Manfaat / Khasiat Obat Herbal Srigunggu

tumbuhan srigunggu atau senggugu

ARTIKEL I

Tumbuhan Srigunggu / Senggugu memiliki sifat kimiawi yang terdapat di daun, kulit batang, dan kulit akar. Daun Srigunggu memiliki kandungan kimia, antara lain kalium, sedikit natrium, alkaloid, dan flavonoid flavon. Daun senggugu bersifat pahit, pedas, dan sejuk. Kulit batang Senggugu mengandung senyawa triterpenoid, asam oleanolat, asam queretaroat, dan asam serratogenat. Sedangkan kulit akar mengandung glikosida fenol, manitol, dan sitosterol. Efek Farmakologis yang dimiliki daun tumbuhan Srigunggu adalah sebagai infus kesehatan serta daun srigunggu secara in vitro diteliti dapat menghancurkan batu ginjal.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan National Cancer Institut of Washington menemukan ekstrak air tumbuhan Srigunggu aktif sebagai anti-HIV in vitro. Tanaman srigunggu diidentikkan dengan sebuah metode pengobatan tradisional yang terkenal, yaitu gurah. Gurah dipercaya bisa membantu mengobati berbagai penyakit yang terkait dengan saluran napas, seperti batuk, bronchitis, sinusitis, asma. Termasuk juga menjadikan saluran pernapasan lebih longgar sehingga memperbagus suara. Kalau anda pernah gurah, tanaman ini digunakan sebagai bahan utamanya, yang diambil dari bagian akar dan daun.

Khasiat tanaman Srigunggu antara lain :
Menyembuhkan batuk, flu, alergi debu, hidung meler, sinusitis, sesak napas (asma), memar, rematik; Radang saluran napas (bronchitis), tulang patah (faktur), bisul, perut busung, cacingan, malaria, memberikan tenaga setelah melahirkan, digigit ular, menjernihkan suara dan memanjangkan napas.

Untuk membeli kapsul SRIGUNGGU dan bermacam kapsul herbal lain, silakan klik blog : Toko Obat Herbal Online.

(Sumber : herbal.kaffahmedia.com)

ARTIKEL II

Gurah adalah cara pengobatan tradisional untuk mengeluarkan lendir dari dalam tubuh dengan menggunakan ramuan herbal.

Dalam tradisi warga Imogiri, Bantul, Yogyakarta, gurah merupakan pengobatan tradisional yang dilakukan dengan meneteskan ekstrak daun Srigunggu (Clerodendron Serratum) ke mulut atau lubang hidung. Terapi ini sering dilakukan para sinden untuk menjaga kualitas suara agar tetap merdu.

Dalam perkembangannya, herbal yang digunakan tidak melulu daun Srigunggu. Beberapa terapis menggunakan jenis dedaunan dari tumbuhan berkhasiat lainnya, bahkan ada yang menggunakan bumbu-bumbu dapur seperti cabe dan kunyit.

Tujuannya juga mengalami perkembangan, dari yang semula untuk membersihkan tenggorokan kini semua organ yang menghasilkan lendir bisa dibersihkan. Tak terkecuali untuk vagina, gurah diklaim bisa mengatasi keputihan atau sekedar mengurangi lendir supaya sensasi ‘keset’ lebih terasa.

Soal keamanan gurah, praktisi pengobatan alternatif dari Sanjiwani Prima, Dipl Kfm Djohan Gozali Muda menjamin tidak ada efek samping selama bahan yang digunakan tidak sembarangan. Karena kadang-kadang pasien tidak tahu bahan apa yang digunakan serta melakukan di tempat-tempat yang kurang terpercaya.

“Pada prinsipnya gurah hanya membersihkan kotoran, kadang-kadang dengan herbal tertentu bakteri juga bisa dibasmi. Terapi ini tidak memberikan efek samping asalkan herbal yang digunakan tidak sembarangan,” ungkap Pak Djohan, demikian pria itu biasa dipanggil, Rabu (5/1/2011).

Daun Srigunggu merupakan salah satu herbal yang paling banyak digunakan untuk gurah, karena memang dari ekstrak tanaman inilah terapi gurah berkembang. Khasiatnya juga sudah dibuktikan secara ilmiah dan banyak dibuat dalam bentuk suplemen kapsul gurah.

Penelitian yang membuktikan hal itu dilakukan tahun 2005, oleh Prof dr Soepomo Soekardono, SpTHT-KL(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Dalam kesimpulannya disebutkan gurah dengan ekstrak daun srigunggu efektif meredakan gejala rinosinusitis kronis seperti ingus berlebih, bersin dan hidung tersumbat.

“Penelitian pada rhinitis khronis dengan memakai gurah menunjukkan bahwa sesudah digurah transport mukosilia melambat dibanding sebelum digurah dari hari kedua sampai hari kesepuluh,” ujar Prof Soedomo dalam sebuah rilis yang dikutip dari ugm.ac.id, Rabu (5/1/2011).

Sementara jenis-jenis gurah yang berkembang saat ini di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Gurah hidung
Dilakukan dengan cara meneteskan langsung ramuan gurah ke lubang hidung lalu pasien diminta tengkurap agar lendir kotor mengalir keluar. Jenis ini paling efektif dilakukan untuk membersihkan saluran napas termasuk untuk mengatasi gejala asma.

2. Gurah mulut
Untuk membersihkan lendir dan dahak di sekitar pita suara, ramuan gurah juga bisa diteteskan lewat mulut. Cara ini sama ampuhnya dengan gurah hidung karena di sekitar pangkal lidah terdapat percabangan antara saluran pernapasan dengan saluran pencernaan.

3. Gurah vagina
Menurut Pak Djohan, seorang terapis tidak melakukan gurah vagina melainkan hanya memberikan ramuan berikut instruksi atau petunjuk penggunaannya. Pasien akan memasukkan sendiri ramuan gurah (tersedia dalam bentuk padat bukan cair) ke dalam vagina untuk mengatasi keluhan lendir yang terlalu banyak maupun keputihan.

Untuk membeli kapsul SRIGUNGGU dan bermacam kapsul herbal lain, silakan klik blog : OBAT TRADISIONAL.

(Sumber : berita21.com)

ARTIKEL III

– KELUHAN yang sering dialami para pasien gurah tradisional, rasa sakit saat ditetesi ekstrak sirgunggu dan harus datang langsung kerumah dukun gurah. Mereka menginginkan adanya terobosan baru, sehingga gurah menjadi

praktis dan bukan lagi sebagai hal menakutkan. Apa lagi pasien gurah rata-rata orang yang sibvuk oleh profesinya masing-masing.

Adalah H.Djawadi yang berani menjawab tantangan itu. Bila HM Hisyam masih serta dengan gurah tradisionalnya, sudah puluhan tahun ini dia menawarkan solusi berupa kapsul gurah. Praktis di rumahnya yang juga sama-sama di Giriloyo, disana tak ada balai-balai panjang atau sejumlah tukang pijit. Pasien yang datang hanyalah membeli kapsul gurah itu, dibawa pulang dan bisa diminum sendiri sesuai aturan pakai dalam kemasan.

Kapsul gurah Djawadi memang tidak bereaksi spontan. Tapi pasien tidak pernah merasa sakit karena hidung ditetesi cairan sirgunggu. Segala cairan lendir yang menjadi sumbernya penyakit, keluar bersama tinja, air kencing atau keringat. Tapi hasilnya tak kalah hebat dari gurah tradisional. Soalnya, resep saya bukan hanya akar sirgunggu, tapi ada sebelas macam jamu tradisonal sebagai pendukung, kata lelaki yang berambisi kapsul gurahnya juga mampu menyembuhkan Aids tersebut.

Djawadi pun lalu menyebut ramuan tambahan itu. Diantaranya kencur, jahe, adas, pulosari, kedawung, kunir putih, kunir kuning, temu ireng, remujung. Namun ada satu jenis ramuan yang pantang menyebutkan kepada siapapun dengan alasan rahasia bisnis🙂

Tapi hasilnya boleh dicoba, kapsul Djawadi bisa mengobati penyakit seperti asma, amandel, ambeien, asam urat, lumpuh, leukemia, liver / lever, lemah syahwat, epilepsi, polip, paru-paru, ginjal bahkan stress.

Meski dikelola secara tradisional di desa terpencil, kapsul gurah Djawadi ternyata cukup mendapatkan posisi di pasaran luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Brueni, Belanda, Australia, dan Amerika. Bahkan setiap bulannya, negara-negara itu membutuhkan pasokan hingga ribuan butir kapsul gurah.

Keberhasilannya menembus pasar luar negeri merupakan sesuatu kebetulan. Artinya semula orang-orang dari luar negeri banyak yang berobat ke Imogiri. Ketika pulang mereka membawa kapsul gurah sebagai oleh-oleh. Namun karena kemanjuran kapsul gurah tersebut telah dirasakan, akhirnya mereka membawanya tidak hanya sebagai oleh-oleh, tapi diperdagangkan lagi, sebagai obat-obatan tradisional, kata Djawandi.

(Sumber : Pos Kota / forumm.wgaul.com)

ARTIKEL IV

TERAPI GURAH

Selain dengan operasi, sinusitis juga dapat disembuhkan dengan terapi tradisional. Salah satunya adalah terapi gurah. Menurut Idat Permana, dahulu, ilmu gurah dikuasai oleh para kyai atau guru mengaji untuk menggurah santri-santrinya agar suaranya menjadi bagus atau merdu.

Gurah adalah tindakan membersihkan dan mengeluarkan lendir yang kotor, beracun, dan mengandung berbagai kuman penyakit. Terapi ini bermanfaat mengeluarkan dahak atau lendir yang terdapat di rongga hidung dan tenggorokan.

Biasanya terapis meminta pasien untuk tidur telentang. Lalu cairan yang berasal dari tumbuhan tertentu dimasukkan ke dalam lubang hidung. Setelah beberapa saat, barulah si pasien diminta untuk tengkurap. Pada saat itulah proses pengeluaran dahak dilakukan.

Menurut Supomo Sukardono, dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di Rumah Sakit Dokter Sardjito, Yogyakarta, yang meneliti sisi medis gurah. Gurah bisa menolong penderita sinusitis namun sifatnya hanya sementara dan harus dilakukan hati-hati. Dari penelitiannya, yang kini masih tahap awal, Supomo membuktikan bahwa cairan srigunggu (Clerodendron serratum spreng) dapat melumpuhkan saraf – ini membuat orang seusai digurah merasa enak. Karena itu, gurah bisa berbahaya bila dilakukan ketika penderita sedang pilek. Penjelasannya begini. Srigunggu memang fungsi medisnya banyak sekali. Namun, akar itu juga menyimpan saponin, yang bersifat racun, dan berfungsi memacu pelebaran pembuluh darah yang mengaliri kelenjar hidung. Akibatnya, bila sedang pilek, lendir terus mengalir. Padahal, lendir hidung mengandung zat yang menghancurkan bakteri. Maka, alih-alih mendapat kesembuhan, si pasien justru bisa terkena flu berat seusai digurah. (Tempointeraktif.com)

Untuk membeli kapsul SRIGUNGGU dan bermacam kapsul herbal lain, silakan klik blog : TOKO OBAT TRADISIONAL.

(Sumber : propolis400.com)

Tentang OBAT TRADISIONAL INDONESIA

Saya percaya bahwa obat herbal / obat tradisional Indonesia bisa dimanfaatkan untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit.
Pos ini dipublikasikan di kesehatan, obat herbal, obat tradisional dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s