Manfaat / Khasiat Obat Herbal Daun Tempuyung

tumbuhan tempuyung

ARTIKEL I

Tempuyung

Nama latin : Sonchus arvensis L.

Nama lokal : Tempuyung

Diskripsi : Tempuyung termasuk tanaman terna menahun yang biasanya tumbuh ditempat-tempat ternaungi.

TEMPUYUNG UNTUK MENGHADANG ASAM URAT
Lihat juga JASULI UNTUK RAKYAT

Menderita kelebihan asam urat dalam darah memang menyiksa. Nyeri, terasa di persendian dan badan. Untunglah ada beberapa jenis tumbuhan yang berkhasiat menghalangi pembentukan sekaligus menurunkan kadar senyawa itu

Pengalaman mempunyai kelebihan asam urat dalam darah tidaklah menyenangkan. Selain mengganggu kegiatan sehari-hari, persendian, terutama pergelangan kaki, pinggang, atau lutut, terasa seperti ditusuk jarum. Mengurangi rasa nyeri itu bukanlah pekerjaan gampang. Dengan pijat pada bagian persendian dua kali sebulan pun belum tentu menolong.

Bagi orang yang berusia 40 tahun ke atas, kelebihan asam urat menjadi problem cukup serius. Kelebihannya dalam darah akan menyebabkan pengkristalan pada persendian dan pembuluh kapiler darah, terutama yang dekat dengan persendian. Akibatnya, apabila persendian digerakkan akan terjadi gesekan kristal-kristal tersebut sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Demikian juga bila kristal-kristal mengendap di pembuluh kapiler darah. Bila kita bergerak, kristal-kristal asam urat akan tertekan ke dinding pembuluh darah kapiler, sehingga ujung kristal yang runcing menusuk dinding pembuluh darah kapiler. Akibatnya timbul rasa nyeri.
Penumpukan kristal asam urat yang kronis pada persendian menyebabkan cairan getah bening yang berfungsi sebagai pelicin (lubricant) tidak berfungsi. Akibatnya persendian tidak dapat digerakkan. Ini sering terjadi pada manula lantaran kelebihan asam urat yang tidak dihiraukan.

Akibat gangguan metabolisme Asam urat (uric acid), dalam The Merck Index, an Encyclopedia of Chemicals and Drugs, edisi ke-9, dinyatakan sebagai suatu senyawa alkaloida turunan purin (xanthine). Senyawa, yang ditemukan pertama kali oleh Scheele pada tahun 1776, ini merupakan produk akhir dari metabolisme nitrogen pada burung dan hewan melata. Ia bisa ditemukan pada hasil ekskresi kedua jenis hewan tersebut dan pada urin hewan pemakan daging.
Asam urat merupakan kristal putih, tidak berbau dan berasa, mengalami dekomposisi dengan pemanasan menjadi asam sianida (HCN), sangat sukar larut dalam air, larut dalam gliserin dan alkali.

Menurut Mathews (1991) dalam bukunya Biochemistry, asam urat dihasilkan oleh setiap makhluk hidup akibat proses metabolisme utama yaitu, suatu proses kimia dalam inti sel yang berfungsi menunjang kelangsungan hidup. Proses dimulai dari makanan berupa karbohidrat, protein, dan selulosa (serat) melalui suatu jalur proses kimia yaitu siklus KREBS yang akan menghasilkan tenaga (energi) dan bahan-bahan kimia yang dibutuhkan tubuh. Bila terjadi penyimpangan dalam proses ini, terutama terjadi pada orang berusia 40 tahun keatas atau manula, maka asam uarat akan menumpuk.
Selain yang terjadi secara alami, asam urat dalam darah juga dapat meningkat disebabkan faktor dari luar terutama dari makanan dan minuman yang dapat merangsang pembentukan asam urat.

Jenis makanan yang dapat merangsang pembentukan asam urat adalah makanan yang mempunyai kadar karbohidrat dan protein tinggi macam kacang-kacangan, kerupuk emping atau mlinjo, daging (terutama jeroan), ikan dan coklat (mengandung teobromina suatu alkaloida turunan purin). Minuman yang mengandung kafeina seperti, kopi, teh, dan cola juga akan menyebabkan peningkatan asam urat, karena kopi, teh, dan kola mengandung alkaloida turunan purin (ksantin). Kalau dalam darah kadar alkaloida ini cukup tinggi, maka dengan adanya enzim ksantin oksidase akan terbentuk asam urat.

Menghambat kerja enzim. Penanggulangan atau pencegahan secara medik terhadap rasa nyeri pada persendian atau rematik ini belum begitu banyak dilakukan, karena tidak ada obat-obatan yang dapat mengurangi kadar asam urat yang berlebihan dalam darah. Secara medik diusahakan untuk mengurangi rasa nyerinya dengan pemberian obat analgetika (penghilangkan rasa sakit atau nyeri) atau memberikan analgesika (obat gosok) untuk mengurangi sakit pada bagian yang nyeri. Kadang-kadang diberikan diuretik untuk memperbanyak keluarnya cairan dalam tubuh dengan harapan sebagian asam urat tersebut akan keluar bersama cairan tersebut. Tetapi cara terakhir tidak banyak membantu.

Walaupun demikian, berdasarkan penelitian telah ditemukan. Senyawa-senyawa kimia tertentu dapat menekan terjadinya asam urat dalam tubuh.
Menurut Paul Cos dan kawan-kawan dari Department of Pharmaceutical Sciences, University of Antwerp, Belgia, beberapa senyawa flavonoida bersifat antioksidan yang dapat menghambat kerja ensim ksantin oksidase dan reaksi superoksida, sehingga pembentukan asam urat jadi terhambat atau berkurang. Berdasarkan mekanisme diatas, beberapa tumbuhan obat asli Indonesia (OAI), berdasarkan kandungan kimianya, mempunyai indikasi untuk mengatasi asam urat tersebut. Tumbuhan OAI itu mempunyai kandungan senyawa flavonoida yang cukup tinggi, aman digunakan serta mudah diperoleh untuk pencegahan pembentukan asam urat dalam tubuh. Dari sekian banyak tumbuhan yang mengandung senyawa flavonoida tadi, yang cukup dikenal adalah tempuyung (Sonchus arvensis), meniran (Phyllanthus niruri atau P.amarus).
Tempuyung termasuk tumbuhan OAI dari familia Asteraceae (Aster-asteran). Ia merupakan tumbuhan herba menahun, tegak, mengandung getah, dan mempunyai akar tunggang yang kuat (Rusdeyti, 1985).

Tumbuhan ini hidup liar di Jawa, di daerah yang banyak hujan pada ketinggian 50 – 1.650 m dpl. Tumbuh di tempat terbuka atau sedikit terlindung di tempat yang bertebing, di pematang, di pinggir saluran air (Heyne, 1987).
Daun tempuyung di Indonesia digunakan sebagai obat untuk “menghancurkan” batu ginjal (penemuan Dr. Sardjito). Kelarutan batu ginjal oleh tempuyung diduga melalui efek diuretiknya. Selain itu, tempuyung juga digunakan sebagai obat memar akibat benturan dengan cara menempelkannya pada bagian yang bengkak, menghilangkan rasa lesu, dan rasa pegal-pegal (Rusdeyti, 1985). Di Cina daun tempuyung digunakan sebagai obat dan insektisida.

Kandungan kimia yang terdapat di dalam daun tempuyung adalah ion-ion mineral antara lain, silika, kalium, magnesium, natrium, dan senyawa organik macam flavonoid (kaempferol, luteolin-7-O-glukosida dan apigenin-7-O-glukosida), kumarin (skepoletin), taraksasterol, inositol, serta asam fenolat (sinamat, kumarat dan vanilat). Dilaporkan, kandungan flavonoid total di dalam daun tempuyung 0,1044 %. Dari penelitian yang saya lakukan, diketahui akar tempuyung mengandung senyawa flavonid total kira-kira 0,5 % dan flavonoid yang terbesar adalah apigenin-7-O-glukosida. Menurut Paul Cos, flavonoid apigenin-7-O-glukosida adalah salah satu golongan flavonoid yang mempunyai potensi cukup baik untuk menghambat kerja enzim ksantin oksidase dan superoksidase.

  • Pemanfaatan tumpuyung untuk pengobatan kelebihan asam urat asam dan batu ginjal memerlukan daun tempuyung (6,25 gr),
  • akar tempuyung (6,25 gr),
  • jahe merah (25,00 gr),
  • cengkeh (0,25 gr),
  • kulit manis (0,25 gr),
  • pengawet Na.Benzoat (0,50 gr),

dan gula merah secukupnya.

Cara pembuatannya, daun dan akar tempuyung segar dibersihkan dari tanah atau kotoran.

  1. Kedua bahan tsb. direbus dengan air 500 ml bersama bahan-bahan lainnya,
  2. biarkan mendidih sampai volume menjadi 250 ml. Setelah dingin baru ditambahkan pengawet Na.Benzoat,
  3. lalu disaring dengan saringan teh atau kain kassa kedalam botol.
  4. Apabila disimpan dalam lemari pendingin, obat alami ini bisa tahan selama 6 bulan.

Bagi penderita kelebihan asam urat dan batu ginjal, obat ini diminum 2x sehari, pagi dan malam hari, masing-masing 20 ml. Sedangkan untuk pencegahan cukup 1x sehari. Dianjurkan untuk meminum air putih matang yang banyak. Untuk penderita, penyembuhannya memerlukan waktu lebih kurang 1 bulan dan bagi penderita yang telah lama, memerlukan waktu agak lama. Penderita kegagalan fungsi ginjal yang parah (akut) dilarang meminum ramuan ini.

Terlarang bagi ibu hamil. Meniran merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sering digunakan oleh masyarakat untuk obat. Menurut Heyne (1987) tumbuhan ini di daerah Jawa disebut “meniran” lantaran bentuk buahnya seperti menir (butiran beras).

Tumbuhan ini merupakan terna semusim, tumbuh liar di hutan, di ladang, semak-semak, sepanjang jalan, pinggir sungai, pinggir pantai, tanah berumput, gembur atau berbatuan pada dataran rendah sampai pada ketinggian 1.000 dpl.
Meniran dilaporkan mengandung senyawa-senyawa kimia golongan lignan antara lain, filantin, hipofilantin, niranin, nirtetralin dan fitetralin.

Beberapa senyawa lignan baru juga telah diisolasi dari Phyllanthus niruri yaitu, seco-4-hidroksilintetralin, seco-isoarisiresinol trimetil eter, hidroksinirantin, dibenzilbutirolakton, nirfilin, neolignan (filnirurin). Akar dan daun Phyllanthus niruri mengandung suatu senyawa pahit dan beracun yang digunakan sebagai racun ikan. Senyawa tersebut diduga merupakan suatu alkaloida. Setelah diidentifikasi ternyata senyawa alkaloida tersebut merupakan senyawa alkaloida baru yaitu, 4-metoksi-norsekurinin dan ent-norsekurinin.

Dilaporkan, akar dan daun Phyllanthus niruri kaya senyawa flavonoid, antara lain, quercetin, qeurcetrin, isoquercetrin, astragalin dan rutin . Di samping itu, dilaporkan pula beberapa glikosida flavonoid dan senyawa flavonon baru. Dari minyak bijinya telah diidentifikasi beberapa asam lamak yaitu, asam ricinoleat, asam linoleat, dan asam linolenat. Disamping itu juga mengadung saponin, kalium, damar dan zat samak.

Karena meniran mempunyai kandungan utama senyawa golongan flavonoid dan glikosida flavonoid, beberapa senyawa flavonoid tersebut memberikan efek menghambat terhadap kerja enzim ksantin oksidase dan superoksidase.

  • Untuk memanfaatkan meniran dalam pengobatan atau mengurangi kelebihan asam urat dan batu ginjal
  • diperlukan meniran (daun, tangkai, akar) sebanyak (2,50 gr),
  • jahe merah (25,00 gr),
  • cengkeh (0,25 gr),
  • kulit manis (0,25 gr),
  • pengawet Na.Benzoat (0,50 gr),
  • dan gula merah secukupnya. Cara pembuatan dan aturan pakai sama dengan pembuatan obat dari tempuyung.

Namun obat kelebihan asam urat berbahan meniran ini terlarang bagi penderita kegagalan fungsi ginjal yang akut. Juga terlarang, pemakaian obat ini untuk jangka lama, karena dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan impotensia. Wanita hamil sebaiknya juga tidak mengkonsumsi obat ini karena meniran dapat menggugurkan kandungan (aborfacieni).

Dalam proses pengobatan atau pencegahan kelebihan asam urat yang menggunakan tempuyung atau meniran, pemeran utamanya adalah senyawa-senyawa glikosida flavonoid dan flavonoid bebas yang terdapat di dalam kedua bahan tumbuhan tersebut.

Keduanya dapat menghambat kerja enzim ksantin oksidase sehingga asam urat tidak terbentuk di dalam tubuh dan senyawa flavonoid akan berikatan dengan kalsium dari batu ginjal membentuk senyawa komplek chelat yang mudah larut.

Selain mengandung senyawa flavonoid kedua bahan tumbuhan ini juga kaya akan kandungan ion-ion natrium dan kalium yang berfungsi menjaga keseimbangan elektrolit pada ginjal. Ion-ion ini juga akan berikatan dengan asam urat membentuk senyawa garam yang mudah larut dalam air, sehingga asam urat yang telah mengkristal di dalam darah dan ginjal akan terlarut secara perlahan-lahan.

Adanya ion kalium didalam kedua tumbuhan ini akan menimbulkan efek diuretik (melancarkan urin) pada si pemakainya. Proses pembuangan asam urat atau batu ginjal pun menjadi lebih cepat.Sedangkan bahan-bahan yang lainnya mengandung minyak atsiri seperti, jahe, cengkeh dan kulit manis.

Selain berfungsi sebagai pewangi dan penyedap rasa, senyawa itu juga berfungsi sebagai pelindung hati (hepaprotektor) dari bahan-bahan toksin yang dapat menimbulkan kerusakan pada hati

Ciri-ciri tanaman herbal tempuyung ini sbb : Daunnya licin dengan sedikit ungu, tepinya berombak, dan bergigi tidak beraturan. Didekat pangkal batang, daun bergigi itu terpusar membentuk roset dan yang terletak disebelah atas memeluk batang berselang-seling. Daun berombak memeluk batang inilah yang berkhasiat menghancurkan batu ginjal.

Zat yang terkandung didalam daun tempuyung ini adalah : Kalium yang berkadar cukup tinggi. Kalium inilah yang membuat batu ginjal yang berupa kalsium karbonat tercerai berai. Soalnya, kalium menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentukan batu ginjal. Endapan batu ginjal itu  akhirnya larut dan hanyut keluar bersama urine.

Berikut ini resep herbal yang menggunakan daun tempuyung :

  • Batu kandung kemih :

Resep I : 5 helai daun tempuyung segar dicuci bersih, diasapkan sebentar, lalu dimakan sekali habis, sebagai lalap bersama nasi. Lakukan 3x sehari. Resep II : 500 mg  daun tempuyung kering diseduh dengan satu gelas air minum, seperti membuat teh. Air seduhan ini diminum habis. Lakukan 3x sehari, sampai batu ginjal hilang.

Untuk membeli kapsul TEMPUYUNG dan kapsul MENIRAN, serta bermacam kapsul herbal lain, silakan klik : TOKO OBAT TRADISIONAL.

(Sumber : aghifaris.blogspot.com)

ARTIKEL II

ADA beberapa tanaman, baik dalam bentuk daun, daun dan batang, akar, rimpang, keseluruhan tanaman, seperti antara lain blimbing wuluh, kumis kucing, mentimun, pepaya, temulawak, dan sebagainya yang banyak digunakan sebagai obat untuk menghancurkan batu. ginjal. Akan tetapi, ternyata tempuyung (Sonchus arvensis) memiliki kelebihan dalam keampuhan dan keamanan dalam penggunaan, sebagai tanaman obat yang dapat menghancurkan batu ginjal, seperti yang diakui oleh banyak pakar obat obatan asal tanaman, yang menyatakan bahwa banyak tanaman memiliki efek diuretik yang memiliki kemampuan untuk meluruhkan (mendorong) atau litotriptik (menghancurkan) batu ginjal.
BATU ginjal adalah endapan CaC03 atau kalsium karbonat pada ginjal atau kandung kemih, antara lain penyebab gagal ginjal, yang dapat dihilangkan dengan cara operasi ataupun “penembakan” dengan sinar laser.
Sebagai cara alternatif, ada beberapa tanaman berkhasiat obat yang memiliki sifat diuretik dan litotripik sehingga dapat melarutkan dan meluruhkan batu ginjal tersebut antara lain dilakukan oleh ion K (kalium) yang terdapat pada tanaman tersebut. Tempuyung adalah tanaman liar, sejak di tegalan, pinggiran kebun, petakan sawah yang tidak digenangi air, sampai ke tebing tebing bahkan tembok pagar rumah sekalipun, menjadi tempat untuk tumbuhnya. Bahkan di dinding tembok yang retak pun, tempuyung dapat tumbuh, karena bibitnya berbentuk biji dapat diterbangkan angin ke mana mana, dan cepat tumbuh kalau ada air atau udara lembab.
Ternpuyung sekeluarga dengan tanaman liar lainnya seperti sintrong, sesawi, sembung, kenikir, jotang, babadotan bahkan bunga matahari sekalipun. Tetapi, secara tradisi sejak lama, tanaman ini merniliki khasiat obat khususnya untuk meluruhkan/menghancurkan batu ginjal.
Tahun 1980 an, di daerah Cibinong, antara Bogor dan Jakarta, yang menjadi jalan utama yang menghubungkan Bogor dengan Jakarta, dijual teh cibinong yang terbuat dari serbuk daun kering tempuyung sebagai hasil penemuan gemilang tim yang dikoordinir oleh Dokter Soekarto, dengan anggota tim antara lain Dr Sutarman, Prof Dr Thoyib Hadiwijaya, Prof Dr Dardjo Somaatmadja, dan sebagainya, yang bercita cita untuk mengangkat peran dan manfaat tanaman berkhasiat obat Indonesia, antara lain tempuyung yang masih tumbuh liar di mana mana tetapi memiliki khasiat ampuh sebagai peluruh/perontok batu ginjal, sesuai dengan uraian yang terdapat di dalam buku terkenal Atlas van Indische Geneeskrachtige Planten yang terbit 1932.
Lebih jauh lagi, oleh Prof Dr Dardjo Somaatmadja dari IPB dengan timnya, dapat dibuat ekstrak daun tempuyung, yang kalau 1 g (tiap bungkus) dengan 6 gelas air matang akan sama khasiatnya dengan 1 sendok teh bubuk daun tersebut yang diseduh dengan 1 gelas air. Oleh karena itu dengan izin Depkes RI No. TR 240 4407, Departemen Kesehatan memberikan pengakuan penggunaan ramuan tersebut sebagai medical tea atau teh kesehatan.
MEMANG khasiat daun tempuyung, apakah dalam bentuk serbuk daun kering yang kemudian diseduh, ataupun dalam bentuk daun segar yang kemudian diseduh bahkan dijadikan Ialab sekalipun, sama sama memiliki khasiat obat *yang meyakinkan, sebagai diuretikum atau litotripik sudah diakui kemanjurannya, sehingga sekarang di beberapa tempat mulai ada yang mengebunkan, karena permintaan pasar (terutama tukang jamu ataupun obat obatan lainnya) sudah dijadikan pil atau kapsul.
Pengalaman Dokter Sukarto yang sejak menjadi dokter AURI di Madiun tahun 1962, pasien pasien yang dapat disembuhkan dengan rebusan daun tempuyung, bukan hanya batu ginjal ataupun sakit pinggang, penyakit lever, juga penyakit jantung sampai ke tekanan darah tinggi. Karena kepada setiap pasiennya, sangat dianjurkan untuk minum, seduhan daun tempuyung yang diambil dari lahan alami, apakah di kebun, di pematang sawah, di pekarangan rumah, sampai ke petamanan kota: ambil 5 lembar, kemudian seduh atau rebus dengan air bersih, hasilnya diminum antara 2 3 kali sehari semalam.
Pertanyaari yang kemudian timbul adalah: Karena umumnya tempat tumbuh tempuyung liar di mana mana, bahkan yang paling ekstrem pada tebing tembok penyekat tanah miring pun dapat tumbuh, maka berdasarkan kepada tempat, tumbuh tersebut, tanaman mana yang paling baik digunakan sebagai bahan baku obat?
Pada dasarnya semua jenis tempuyung dapat digunakan sebagai peluruh atau penghancur batu ginjal. Hanya tentu saja kualitasnya akan jauh berbeda, tergantung kepada tempat tumbuhnya. Seperti laporan dari Balai Penelitian Obat di Tawangmangu, ternyata tanaman obat/atau tanaman berkhasiat obat yang dibudidayakan secara benar, yaitu tempat tumbuhnya (tanah) disiapkan secara baik dan benar, terutama tanah tersebut harus memiliki kandungan organik tanah sesuai kebutuhan tanaman, kemudian selama pertumbuhannya jangan lupa diberi “nutrien” atau “makanan” dalam bentuk pupuk, apakah pupuk alami atau pupuk organik berbentuk pupuk kandang, dan sebagainya ataupun pupuk anorganik dalam bentuk N-P-K. Bahkan saat sekarang adapula yang memberi pupuk organik cair yang terbuat dari ikan yang memiliki fungsi ganda sebagai sumber pupuk organik dan pupuk anorganik.
Ternyata hasilnya, tanaman obat yang dibudidayakan secara baik, akan memiliki kandungan berkhasiat lebih tinggi, lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan, kalau dibandingkan yang turnbuh liar di mana mana.
Seperti untuk budidaya tempuyung. Karena permintaan pasar (baik langsung dari konsumen, ataupun dari pengusaha obat obat tradisi seperti jamu) cukup baik, maka di beberapa tempat sudah mulai dibudidayakan, dengan persyaratan ketinggian tanah antara 50 1.600 meter dpI (di atas permukaan laut), mengandung kapur karena tempuyung hidup baik pada tanah denga pH (keasaman) basa, terbuka dan tidak kering atau kalau mungkin selalu lembab.
PENGALAMAN petani sekitar Bandung (Lembang dan Ciwidey) karena belum ada perusahaan yang menjual bibit tempuyung (umumnya dalam bentuk biji misaInya), maka para petani mengumpulkan bibit dengan cara alami: Mencari dan mengumpulkan tempuyung lengkap dengan akarnya, kemudian ditanamkan hingga menghasilkan buah, maka dari buah yang sudah tua ini setelah disemaikan pada tanah gembur (berhumus) akan menghasilkan bibit dalam bentuk tanaman kecil, yang kemudian dipindahkan kedalain “pot bibit” yang terbuat dari daun pisang. Baru setelah cukup kuat, bibit ini dipindahkan kepada guludan tanah yang sudah disiapkan untuk budidaya.
Jangan dilupakan bentuk biji tempuyung yang kecil yang seolah olah memiliki “sayap” berwarna putih, hingga kalau sudah tua apalagi kering, dengan mudah diterbangkan angin ke mana mana, sehingga bagi petani selalu mengumpulkan bijinya setelah tua, dikumpulkan pada tempat tertutup kemudian disemaikan dan langsung ditutup dengan tanah berhumus, karena kalau tidak biji tempuyung akan menyebar kemana mana akibat tiupan angin.
Contoh pengalaman petani tempuyung sekitar Bandung, membuat bedengan tempat penanaman berukuran 1,5 x 2,5 meter, tanahnya diolah menjadi gembur dengan menambahkan pupuk organik (umumnya pupuk kandang) secukupnya, tambahkan pula kapur sebanyak satu Kg dengan cara disebar ratakan di atas permukaan tanah per meter persegi, atau sebelumnya bersama dengan penambahan pupuk organik, dicampurkan secara rata.
Bibit yang sudah disiapkan, ditanamkan dengan jarak 25 cm. x 40 cm. Untuk panenan awal berbentuk daun, maka 3 4 bulan setelah penanaman dapat dilakukan, atau menurut pengalaman para petani panen awal mulai setelah tanaman akan menghasilkan tangkai bunga dengan cara bagian tanaman dipotong, tetapi bagian tanaman yang sudah keluar pucuk, jangan diganggu, karena menjadi bakal panenan selanjutnya.

Panen ke-2 dan ke-3, dilakukan setelah 3 4 minggu, karena setelah panen ke-3, tanaman harus diremajakan atau diganti dengan bibit yang baru. Daun (bersama sebagian tangkai) hasil panen, ada yang langsung dapat dijual, atau dikeringkan dahulu dengan menggunakan cahaya matahari.
.Pengeringan daun antara 5 8 hari cukup untuk dijual atau dijadikan serbuk yang kemudian menjadi semacam. “teh tempuyung” yang sudah sejak 1980 an dijual di Cibinong sekarang mulai disekitar Lembang atau Pangalengan dengan harga antara Rp.5.000, sampai Rp. 10.000, per kantong berisi 10 sampai 15 serbuk daun tempuyung tiap bungkus untuk diseduh dengan satu gelas air panas kemudian minum.
PENGALAMAN pengidap BATU GINJAL (antara lain dapat dirasakan akibatnya dalam sakit pinggang atau “nyeri cangkeng” (Sunda) atau susah buang air kecil), dengan minum dua kali, pagi dan sore maka dalam kurun waktu antara 1 2 bulan, bukan hanya nyeri cengkeng sudah berkurang, juga setiap buangair kecil, sering terlihat seperti ada pasir kecil terbawa keluar.
Akhirnya bagi siapa saja yang akan membudidayakan tempuyung sekitar rumah dengan tanah terbatas (maklum tipe rumah RSS, RSSS, dst.) dapat dilakukan dalam bentuk “pot sambung”, yaitu: Pot yang sudah ditanami bibit tidak diletakkan di pekarangan rumah, tetapi harus digantung agar aman dari gangguan ayam, atau kucing, ataupun binatang lainnya.
Bibitnya, kalau belum ada yang menjual, mencari sepanjang jalan ataupun benteng/ tembok rumah yang sedikit lembab, kalau kebetulan jalan jalan pagi.
Semoga bermanfaat.

H UNUS SURIAWIRIA Guru Besar Bioteknologi dan Agroindustri

(Sumber : zakijufri.blogspot.com)

Untuk membeli kapsul TEMPUYUNG dan bermacam kapsul herbal lain, silakan klik : Toko Obat Herbal Online.

Tentang OBAT TRADISIONAL INDONESIA

Saya percaya bahwa obat herbal / obat tradisional Indonesia bisa dimanfaatkan untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit.
Pos ini dipublikasikan di kesehatan, obat herbal, obat tradisional dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s