Fenugreek atau Hulbah Membesarkan Payudara

http://daftar-obat-herbal.blogspot.com/2012/07/fenugreek-atau-klabet-mengencangkan.html

fenugreek

Hulbah atau Fenugreek atau Klabet Bermanfaat Menyeimbangkan Hormon Dalam Tubuh.

Tanaman Fenugreek berasal dari Eropa bagian Tenggara dan Asia sebelah barat, sering digunakan untuk bumbu dapur. Tanaman Fenugreek (Trigonella foenum-graecum) sekarang telah menyebar ke seluruh dunia. Fenugreek di Indonesia lebih dikenal dengan nama klabet atau kelabet atau kelabat, banyak dimanfaatkan untuk bumbu masakan gulai.

Fenugreek atau Hulbah banyak mengandung fitoestrogen. Kandungan fitoestrogen di Eropa sangat dikenal sebagai pelancar ASI bagi ibu yang sedang menyusui. Serat dan saponin dalam fenugreek juga tinggi, banyak dimanfaatkan oleh ibu yang mengalami sembelit (sulit buang air besar); sering dialami oleh ibu sehabis persalinan (melahirkan).

European Society Comission of Publication (ESCOP) sebuah lembaga riset dan publikasi di Eropa menyarankan pengkonsumsian hulbah atau fenugreek atau kelabet paling banyak 6 (enam) gram setiap harinya. Serat dalam fenugreek yang sangat tinggi dapat menyebabkan diare, namun bisa dikendalikan dengan membatasi pemakaiannya. Pada umumnya biji klabet atau hulbah aman untuk dikonsumsi.

Pemakaian Secara Umum

– Untuk menjaga kebugaran badan (stamina) dan mencegah penyakit, minum setengah sendok teh sebanyak 2 kali setiap hari; siang dan malam.

Untuk mengobati suatu penyakit, dikonsumsi setengah sendok teh sebanyak tiga kali sehari; pagi, siang dan malam.

– Untuk merawat kulit, pemijatan dan penyakit kulit, ambilah fenugreek secukupnya dan campurkan ke dalam air putih hingga menjadi krim (adonan yang agak kental). Lalu balurkan pada bagian tubuh yang memerlukan.

Cara Pemakaian Fenugreek

– Fenugreek dapat dimakan, diminum atau  dijadikan krim tanpa campuran bahan lain kecuali air.

– Kelabet dapat dimakan, diminum atau dibuat krim. Boleh dicampur dengan bahan lain, misalnya : jeruk nipis, madu,  lemon, minyak zaitun, teh, jintan hitam (habbatussauda), propolis, ginseng atau dapat dicampur air atau jus.

– Hulbah dapat dimanfaatkan untuk bumbu berbagai masakan, kue, sirup, teh, dll.

Resep Khusus

– Konsumsi ½ gram fenugreek sebanyak tiga kali sehari untuk membantu merangsang, melancarkan dan meningkatkan kualitas Air Susu Ibu.

– Konsumsi 3 sampai dengan 5 miligram hulbah 3x sehari untuk membesarkan payudara.

– Konsumsi secara teratur 3  sampai 5 miligram klabet 3x sehari untuk mengencangkan dan memperindah payudara.

– Balurkan 20 gram kelabet kira-kira 20 menit pada payudara untuk merangsang hormon dan membantu membesarkan payudara.

– Taburkan pada makanan atau konsumsi 1 sendok teh sebelum makan, bermanfaat membantu mencegah dan mengobati masalah pencernaan.

– Konsumsi 2 sendok teh tambahkan madu, jeruk Nipis, atau teh untuk mencegah dan mengobati demam.

– Fenugreek dimanfaatkan juga untuk menurunkan gula darah. Konsumsilah 5 sampai 30 gram setiap makan (tiga kali konsumsi dalam sehari; pagi, siang dan malam). Fenugreek dapat menurunkan tekanan darah, menambah sensitifitas insulin, dan menurunkan kolesterol, berdasar hasil dari beberapa penelitian. Hal ini kemungkinan timbul karena tingginya kadar serat dalam hulbah. Hulbah juga mengandung asam amino yang dapat meningkatkan produksi insulin (mengendalikan gula darah pada penderita diabetes atau penyakit gula).

 Cara Membesarkan Payudara dengan Fenugreek atau Hulbah atau Kelabet.

– Satu sendok makan fenugreek campurkan bersama air hangat secukupnya, lalu aduk hingga menjadi krim, selanjutnya balurkan pada payudara dan pijat selama 20 menitan. Kemudian bersihkan dengan air hangat.

– Fenugreek setengah sendok teh campurkan dengan air hangat 1 gelas (bisa ditambah madu). Minum 3x sehari.

 PERHATIAN !!!

– Wanita yang sedang hamil tidak dianjurkan makan hulbah, kecuali saat akan melahirkan; untuk membantu merangsang dan melancarkan proses melahirkan.

– Lulur fenugreek tidak disarankan untuk masker kulit wajah.

– Fenugreek jika akan dikonsumsi bersama dengan obat kimia pabrikan, sebaiknya selisihkan konsumsinya sekitar 2 jam. Karena fenugreek dapat mengurangi khasiat obat kimia pabrikan.

Untuk membeli FENUGREEK, silakan Klik di Sini.

Silakan kunjungi blog saya yang lain http://kalungkesehatanjenitri.blogspot.co.id

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Daun Baru Cina atau Ngai Upaya Mendapatkan Keturunan

baru cina

Gambar Tanaman Baru Cina atau Ngai

BARU CINA atau NGAI (Artemisia vulgaris Linn.)

Familia :

Compositae

Tanaman tahunan, berambut halus, tegak, tinggi mencapai 1 m, berbau tajam, menyenangi tanah yang cukup lembab dan tanah yang kaya humus, tumbuh liar di hutan dan di ladang. jenis yang biasa ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat. Artemisia argyi Levl. et. Vant. Tanaman ini terdapat sampai 3.000 m di atas permukaan laut, berasal dari Cina. Tanaman ini merupakan herba setengah berkayu, percabangan banyak, beralur dan berambut. Daun berbentuk bulat-telur dengan tepi berbagi menjari ujung meruncing, kedua permukaan daun berambut halus. Warna daun hijau, di bagian bawah warna lebih putih, duduk berseling. Bunga merupakan bunga majemuk, kecil-kecil, warna kuning muda berbentuk bonggol tersusun dalam rangkaian berbentuk malai yang tumbuh menunduk, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai. Perbanyakan dapat dengan stek atau biji.

Nama Lokal :

Baru Cina (Indonesia, Sumatera), Daun manis, brobos krebo; Beunghar kucicing, jukut lokot mala, suket gajahan (jawa); Kolo, goro-goro cina (Maluku), Daun Sudamala, cam cao; Ai ye (China).

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Rasa pahit, pedas, hangat. Menghilangkan rasa dingin, menghilangkan sakit, menghentikan perdarahan (hemostatic), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi. Herba ini masuk meridian ginjal, paru dan limpa. KANDUNGAN KIMIA BARU CINA atau NGAI : Minyak menguap (Phellandrene, cadinene, thujvl alkohol), alfa-amirin, fernenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4-ol, beta- karyophyllene, 1-quebrachitol. Akar dan batang : Inulin (mengandung artemose), Cabang kecil : Oxytocin, yomogi alkohol, dan ridentin.

PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI :

Sakit haid, Keguguran, Disentri, Keputihan, Susah punya anak, Muntah darah, mimisan, pendarahan usus, memudahkan persalinan.

BAGIAN YANG DIPAKAI : Daun, seluruh tanaman.

KEGUNAAN :

1. Menstruasi berlebihan (banyak), sakit pada menstruasi

(Dysmenorrhea), menstruasi tidak teratur.

2. Mencegah keguguran (Threatened abortion), pergerakan janin

berlebihan.

3. Disenteri, keputihan.

4. Mempermudah persalinan, susah punya anak.

5. Muntah darah (hematemesis), mimisan (epistaxis), perdarahan usus (rectal haemorrhgia).

PEMAKAIAN :

10 – 30 gram rebus, minum.  Herba ini sudah dibuat tablet,

suntikan, minyak, aerosol (obat semprot mulut).

PEMAKAIAN LUAR :

Gangguan lambung, nyeri persendian (arthralgia), eczema, gatal-gatal (pruritus), bisul.  Dipakai sebagai moxa, dengan cara memanaskan titik-titik akupunktur.

Verruca vulgaris (kutil): A. argyi dilumatkan, tempelkan ke tempat kelainan beberapa kali sehari, selama + 30 hari.

CARA PEMAKAIAN :

1. Memulihkah tenaga akibat perdarahan sehabis melahirkan:

4 pohon baru cina + 6 gelas air, direbus sampai sisa 2 gelas.

Diminum sehari 2 x 1 gelas sebelum makan.

2. Lemah syahwat:

15 – 45 gram biji digiling halus, makan.

3. Ayan (Epilepsi):

1 genggam akar artemisia + 1 ibu jari jahe + 1 ibu jari gula

enau + 4 gelas air, rebus menjadi 2 gelas.  Sehari 2 x 1 gelas.

4. Sakit tenggorok:

Herba segar ditumbuk, peras, minum airnya.

5. Disentri:

Barucina + jahe segar, direbus sampai kental, minum 3 x.

Artemisia argyi Levl et Vant :

Mempunyai khasiat untuk pengobatan carcinoma lambung, pembesaran kelenjar  payudara. juga dipakai untuk pengobatan hepatitis, prostatitis, bronchitis, menstruasi berlebihan, menstruasi tidak teratur dan nyeri menstruasi, dan penyakit-penyakit alergi. Herba ini menghambat pertumbuhan Hela cell.

EFEK SAMPING BARUCINA atau NGAI :

30% pasien yang memakai rebusan daun A. argyi mempunyai keluhan mulut kering, rasa tida enak di lambung (yang terbanyak), mual, muntah, mencret dan pusing, yang hilang bila memakai minyak daun A. argyi.

(Sumber : iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul daun ngai atau baru cina, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Daun Teratai Mengatasi Masalah Haid

Teratai

Teratai (Nelumbium nelumbo Druce)

Tanaman air menahun yang indah, asli dari daratan Asia. Teratai dibudidayakan di perairan dan kolam, kadang ditemukan tumbuh liar di rawa. Tanaman air yang tumbuh tegak. Rimpang tebal bersisik, tumbuh menjalar. Daun dan bunga keluar langsung dari rimpangnya yang terikat pada lumpur di dasar kolam. Helaian daun lebar dan bulat, disangga oleh tangkai yang panjang dan bulat berdiameter 0,5-1 cm, panjangnya 75-150 cm. Daun menyembul ke atas permukaan air, menjulang tegak seperti perisai. Permukaan daun berlilin; warnanya hijau keputihan, tepi rata, bagian tengah agak mencekung, tulang daun tersebar dari pusat daun ke arah tepi, diameter 30-50 cm. Bunganya harum, tumbuh menjulang di atas permukaan air dengan tangkai bulat panjang dan kokoh, panjang tangkai bunga 75-200 cm. Diameter bunga 15-25 cm, benang sari banyak kepala sari kuning, mahkota bunga lebar, ada yang engkel dan ada yang dobel dengan warna merah jambu, putih dan kuning. Bunga mekar sehari penuh dari pagi sampai sore hari. Setelah layu, mahkota bunga berguguran sampai akhirnya tersisa dasar bunga yang akan menjadi bakal buah, bentuknya seperti kerucut terbalik dengan permukaan datar semacam spons dan berlubang berisi 15-30 biji, warnanya hijau kekuningan, kemudian hijau dan akhirnya coklat hitam, garis tengah 6-11 cm. Biji bentuknya bulat seperti kacang tanah, terdapat dalam lubang buah yang berbentuk seperti sarang tawon. Biji yang sudah tua warnanya hijau kehitaman, umurnya kira-kira 1 bulan sejak bunganya mekar. Daunnya biasa dipakai sebagai bahan pembungkus, rimpang muda dan biji bisa dimakan. Pemeluk agama Budha menganggap bunga ini sebagai lambang kesucian, tercermin dalam berbagai lukisan dan patung yang menggambarkan Sang Budha sedang duduk bersemedi di atas bunga teratai.

Nama Lokal :

Padma, seroia, terate, tarate, taratai besar.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Biji: Memelihara kondisi jantung, bermanfaat bagi ginjal dan menguatkan limpa. Tunas biji teratai: Menghilangkan panas dalam di jantung, menurunkan panas, menghentikan perdarahan, menahan ejakulasi dini. Kulit biji teratai: Menghentikan perdarahan, Menghilangkan panas dalam di lambung, mengeluarkan panas dan lembab dari usus. Benangsari (kumis bunga teratai): Menghilangkan panas dari jantung, menguatkan fungsi ginjal, menahan ejakulasi dini dan menghentikan perdarahan. Penyangga bunga: Mengencerkan darah beku, menghentikan perdarahan, menolak lembab. Batang teratai (tangkai daun, tangkai bunga): Menurunkan panas dan memperlancar kencing. Manfaat Daun Teratai : Membersihkan panas dan menghilangkan lembab, menaikkan yang jernih, menghentikan perdarahan, obat diare, obat pusing, obat mimisan, obat berak berdarah, obat muntah darah, obat pendarahan rahim, obat haid terlalu banyak. Dasar daun: Menurunkan panas dan menghilangkan lembab, menormalkan menstruasi, menguatkan kehamilan. Rimpang: Dimakan mentah berkhasiat menurunkan panas, mendinginkan darah yang panas dan membuyarkan darah beku. Bila dimasak, berkhasiat menguatkan limpa, menambah selera makan, penambah darah, membantu pertumbuhan otot dan menyembuhkan diare. Akar: Menghentikan perdarahan, membuyarkan darah beku, penenang. Tepung rimpang: Menghentikan perdarahan, menambah darah, mengatur fungsi ginjal dan limpa.

KANDUNGAN KIMIA : Bunga: Quercetin, luteolin, isoquercitrin, kaempferol. Benangsari: Quercetin, luteolin, isoquercitrin, galuteolin, juga terdapat alkaloid. Penyangga bunga (reseptacle): Protein, lemak, karbohidrat, caroten, asam nikotinat, vitamin B1, B2, C dan sedikit mengandung nelumbine. Biji: Kaya akan pati, juga mengandung raffinose, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor dan besi. Kulit biji teratai mengandung nuciferine, oxoushinsunine, N- norarmepavine. Tunas biji teratai: Liensinine, isoliensinine, neferine, nuciferine, pronuciferine, lotusine, methylcorypalline, demethylcoclaurine, galuteolin, hyperin, rutin. Rimpang: Pati, protein, asparagine, vitamin C. Selain itu juga mengandung catechol, d-gallocatechol, neochlorogenic acid, leucocyanidin, leucodelphinidin, peroxidase, dll. Akar: Zat tannic dan asparagine. Daun: Roemerine, nuciferine, nornuciferine, armepavine, pronuciferine, N-nornuciferine, D-N-methylcoclaurine, anonaine, liriodenine, quercetin, isoquercitrin, nelumboside, citric acid, tartaric acid, malic acid, gluconic acid, oxalic acid, succinic acid, zat tannic, dll. Dasar daun teratai: Roemerine, nuciferine dan nornuciferine. Tangkai daun: Roemerine, nornuciferine, resin dan zat tannic. Oxoushinsunine yang terdapat pada kulit biji teratai berkhasiat menekan perkembangan kanker hidung dan tenggorokan, sedangkan biji dan tangkai teratai berkhasiat anti hipertensi.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Diare, disentri, keputihan, kanker nasopharynx, demam, insomnia; Hipertensi, muntah darah, mimisan, batuk darah, sakit jantung; Beri-beri, sakit kepala, berak dan kencing darah, anemia, ejakulasi

BAGIAN YANG DIPAKAI :

Seluruh tanaman. Rimpang, daun dan tangkai, bunga dan benang sari, biji dan penyangga bunga yang seperti sarang tawon/spons (reseptacle), serta tunas biji. Pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

KEGUNAAN :

Biji :

– Gangguan penyerapan makanan (malabsorbtion).

– Diare karena badan lernah, radang usus kronis (enteritis kronis).

Disentri.

– Muntah-muntah.

– Keputihan, perdarahan pada wanita.

– Mimpi basah (spermatorrhea).

– Susah tidur, banyak mimpi.

– Kencing terasa sakit dan keruh.

– lesu tidak bersemangat (neurasthenia).

– Kanker nasopharynx.

Tunas biji teratai :

– Demam, rasa haus.

– Jantung berdebar, gelisah.

– Muntah darah.

– Ejakulasi dini.

– Mata merah dan bengkak.

– Susah tidur (insomnia).

– Darah tinggi (hipertensi).

Benang sari :

– keluar sperma malam hari (sperrnatorrhea).

– Keputihan (leucorrhea).

– Perdarahan seperti muntah darah, disentri.

– sering kencing.

– Tidak dapat menahan kencing (enuresis).

Remptacle :

– Perdarahan kandungan yang berlebihan.

– Darah haid berlebihan.

– Perdarahan sewaktu hamil.

– Keluar cairan (lochia) yang berlebihan setelah melahirkan.

– Sakit perut bawah akibat sumbatan darah.

– Berak darah, kencing darah.

– Wasir, koreng basah.

Rimpang :

– Demam, rasa haus.

– Batuk darah, muntah darah, mimisan.

– Berak darah, kencing darah. Tekanan darah tinggi.

– Sakit jantung.

– Gangguan lambung.

– Kurang darah (anemia).

– Gangguan pada mati haid (menopause).

– Neurosis.

Akar :

– Muntah darah, mimisan.

– Kencing panas dan merah.

– Batuk darah, berak darah.

Daun :

– Pingsan karena hawa panas (heat stroke).

– Diare karena panas atau lembab.

– Pusing, sakit kepala.

– Beri-beri.

– Perdarahan seperti mimisan, muntah darah, berak darah.

– Perdarahan pada wanita.

Dasar daun :

– Disentri berdarah, diare.

– Bayi dalam kandungan tidak tenang.

Batang :

– Heat stroke, pingsan.

– Dada terasa tertekan karena panas atau lembab.

– Diare, muntah.

– Keputihan.

Bunga :

– Terpukul (trauma).

– Perdarahan.

– Radang kulit bernanah (impetigo).

Tepung rimpang :

– Menambah selera makan,

– Badan lemah dan kurang darah.

– Diare.

PEMAKAIAN :

Untuk minum:

Rimpang: 240 g. Direbus atau di juice.

Daun: 5-12 g, rebus.

Tangkai: 3-5 g, rebus.

Bunga. 3-5 g, rebus.

Benang sari: 3-10 g, rebus.

Receptacle: 10-15 g, rebus.

Biji: 5-12 g, rebus.

Tunas biji teratai: 1,5-3 g, rebus.

CARA PEMAKAIAN :

1. Batuk darah, muntah darah :

Rimpang teratai dicuci bersih lalu dijuice, sampai terkumpul 1 gelas

ukuran 200 cc. Minum, lakukan selama 3-5 hari berturut-turut.

2. Muntah, diare :

50 g rimpang teratai dan 15 g jahe dicuci lalu dijuice atau diparut,

ambil airnya. Minum, sehari 3 kali.

3. Disentri :

50 g rimpang teratai dan 10 g jahe, diparut atau dijuice. Air

perasannya ditambahkan 10O cc air, lalu dipanaskan sampai

mendidih. Setelah dingin tambahkan 1 sendok makan madu, diaduk

lalu diminum.

4. Darah tinggi :

a. 10 g biji teratai dan 15 g tunas biji teratai. (lien sim), direbus

dengan 350 cc air sampai tersisa 200 cc. Minum setiap hari

seperti teh.

b. Tunas biji teratai (lien sim) sebanyak 10-15 g direbus dengan air

secukupnya sampai mendidih, minum sebagai teh. Dapat juga

tunas biji teratai digiling halus, seduh dengan air panas, minum.

5. Panas dalam, gondokan, juga bermanfaat untuk penderita jantung dan lever :

100 g rimpang teratai dan 50 g rimpang segar alang-alang, dicuci

lalu dipotong-potong secukupnya. Rebus dengan 500 cc air bersih

sampai tersisa 250 cc. Setelah dingin disaring, minum seperti teh.

6. Keluar darah dari hidung (mimisan) :

Ruas akar teratai dicuci bersih lalu dijuice. Airnya diteteskan ke

hidung.

(Sumber : iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul daun teratai, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Daun Keji Beling Menghancurkan Batu Ginjal

tanaman keji beling

Keji Beling (Stachytarpheta mutabilis) adalah suatu jenis tumbuhan yang berbatang basah dan sepintas lalu menyerupai rumput berbatang tegak. Di Jawa tanaman ini banyak terdapat di pedesaan yang tumbuh sebagai semak. Batang pohonnya berdiameter antara 0,2 – 0,7 cm. Kulit luar berwarna ungu dengan bintik-bintik hijau dan apabila menjadi tua berubah menjadi coklat. Daun ngokilo berbentuk bulat telur, pada tepinya bergerigi dengan jarak agak jarang, berbulu halus hampir tak kelihatan. Panjang helaian daun (tanpa tangkai) berkisar antara 5 – 8 cm (ukuran normal) dan lebar daun kira-kira 2 – 5 cm. Tumbuhan ini mudah berkembang biak pada tanah subur, agak terlindung dan di tempat terbuka. 1. Syarat Tumbuh a. Iklim · Ketinggian tempat : 1 m – 1.000 m di atas permukaan laut · Curah hujan tahunan : 2.500 mm – 4.000 mm/tahun · Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 8 bulan – 9 bulan · Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 3 bulan – 4 bulan · Suhu udara : 200 C – 250 C · Kelembapan : sedang · Penyinaran : sedang b. Tanah · Tekstur : pasir sampai liat · Drainase : sedang – baik · Kedalaman air tanah : 25 cm dari permukaan tanah · Kedalaman perakaran : 5 cm dari permukaan tanah · Kemasaman (pH) : 5,5 – 7 · Kesuburan : sedang 2. Pedoman Bertanam a. Pegolahan Tanah · Buatkan lubang tanam berukuran 25 cm x 25 cm x 25 cm b. Persiapan bibit · Perbanyakan tanaman kejibeling dilakukan dengan stek. c. Penanaman · Stek ditanam pada lubang tanah yang telah disiapkan dengan jarak tanam 1 m x 1 m.

Nama Lokal : Keji Beling (Indonesia), Ngokilo (Jawa).

Komposisi : Daun kejibeling mengandung unsur-unsur mineral seperti kalium, natrium, kalsium dan beberapa unsur lainnya.

Penyakit Yang Dapat Diobati : Tumor, Diabetes melitus, Lever (Sakit kuning), Ambeien (Wasir); Kolesterol, Maag, Kena bisa ulat dan Semut hitam.

1. Tumor Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar. Cara pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Pantangan: Ikan Asin, cabai, tauge, sawi putih, kangkung, nanas, durian, lengkong, nangka, es, alkohol dan tape, limun dan vitzin.

2. Kencing Manis (Diabetes Mellitus) Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar. Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Pantangan: makanan yang manis-manis

3.  Lever / Liver (sakit Kuning) Bahan: Daun Keeji Beling mentah dan segar 3 lembar. Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Pantangan: makanan yang mengandung lemak.

4. Ambeien (wasir) Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar. Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Pantangan: Daging kambing dan makanan/masakan yang pedas.

5. Kolesterol tinggi Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar. Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Pantangan:  makanan yang berlemak.

6. Maag Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar. Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Pantangan: makanan pedas atau asam.

7. Kena Bisa Ulat dan Semut Hitam Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 1 lembar. Cara Pemakaian: digosokkan pada bagian tubuh yang gatal hingga daun tersebut mengeluarkan air dan hancur. Dilakukan 2 kali setelah berselang 2 jam.

(Sumber : iptek.net.id)

Untuk membeli kapsul KEJI BELING dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Kencur Mengobati Penyakit Maag

tumbuhan kencur

Kencur (Kaempferia galanga) termasuk suku tumbuhan Zingiberaceae dan digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Kencur merupakan terna kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik. Daging buah kencur berwarna putih dan kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Bunganya tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan. Kencur tumbuh dan berkembang pada musim tertentu, yaitu pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka.

Nama Lokal :
Kencur (Indonesia, Jawa), Cikur (Sunda), Ceuko (Aceh); Kencor (Madura), Cekuh (Bali), Kencur, Sukung (Minahasa); Asauli, sauleh, soul, umpa (Ambon), Cekir (Sumba).

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Rimpang Kencur mengandung pati (4,14 %), mineral (13,73 %), dan minyak atsiri (0,02 %) berupa sineol, asam metil kanil dan penta dekaan, asam cinnamic, ethyl aster, asam sinamic, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisic, alkaloid dan gom.

Radang Lambung, Radang anak telinga, Influenza pada bayi; Masuk angin, Sakit Kepala, Batuk, Menghilangkan darah kotor; Diare, Memperlancar haid, Mata Pegal, keseleo, lelah.

1. Radang Lambung

Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari.

Cara membuat: kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah;

Cara menggunakan: ditelan airnya, ampasnya dibuang, kemudian

minum 1 gelas air putih, dan diulangi sampai sembuh.

2. Radang Anak Telinga

Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan ½ biji buah pala.

Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus dan diberi 2

sendok air hangat;

Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung.

3. Influenza pada bayi

Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan 2 lembar daun

kemukus (lada berekor/ Cubeb)

Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian

ditambah beberapa sendok air hangat.

Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung.

4. Masuk Angin

Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.

Cara membuat: kencur dikuliti bersih.

Cara menggunakannya: kencur dimakan dengan garam secukupnya,

kemudian minum 1 gelas air putih.Dapat dilakukan 2 kali sehari.

5. Sakit Kepala

Bahan: 2-3 lembar daun kencur.

Cara membuat: daun kencur ditumbuk sampai halus.

Cara menggunakannya: dioleskan (sebagai kompres/pilis) pada dahi.

6. Batuk

a. Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.

Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring.

Cara menggunakan : diminum dengan ditambah garam secukupnya.

b. Bahan            : 1 rimpang kencur sebesar ibu jari.

Cara membuat : kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah;

Cara menggunakan : airnya ditelan, ampasnya dibuang. Dilakukan setiap pagi secara rutin.

7. Diare

a. Bahan            : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.

Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring.

Cara menggunakan : diolsekan pada perut sebagai bedak.

b. Bahan            : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.

Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah garam secukupnya.

Cara menggunakan : dioleskan pada perut sebagai bedak.

8. Menghilangkan Darah Kotor

Bahan            : 4 rimpang kencur sebesar ibu jari, 2 lembar daun trengguli, 2 biji cengkeh kering,

adas pulawaras secukupnya.

Cara membuat : semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih kemudian

disaring.

Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari secara teratur.

9. Memperlancar haid

Bahan           : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 lembar daun trengguli, 1 biji buah cengkeh tua,

adas pulawaras secukupnya.

Cara membuat : kencur dicincang, kemudian dicampur dengan bahan lain dan direbus bersama

dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring.

Cara menggunakan : diminum sekali sehari 2 cangkir.

10. Mata Pegal

Bahan            : 1 potong rimpang

Cara membuat : kencur dibelah menjadi 2 bagian.

Cara menggunakan : permukaan yang masih basah dipakai untuk menggosok pelupuk mata.

11. Keseleo

Bahan            : 1 rimpang kencur dan beras yang sudah direndam air.

Cara membuat : kedua bahan tersebut dipipis dan air secukupnya.

Cara menggunakan : dioleskan/digosokan pada bagian yang  keseleo sebagai bedak.

12. Menghilangkan Lelah

Bahan            : 1 rimpang besar kencur, 2 sendok beras digoreng tanpa minyak (sangan) dan 1 biji

cabai merah.

Cara membuat : semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih

hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.

Cara menggunakan : diminum sekaligus dan diulangi sampai sembuh. Untuk orang pria dapat

ditambah dengan 1 potong lengkuas dan tepung lada secukupnya.

(Sumber : iptek.net.id)

Untuk membeli kapsul KENCUR dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat tradisional, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Kompri Mengobati Ambeien Berdarah

tumbuhan kompri

Kompri atau Komfrey (Symphytum officinale L. Em,) amat umum di Eropa dan Asia Barat, yang tumbuh di tanah berumpput basah atau pinggir selokan. Di Indonesia kompri biasa ditanam dalam pot atau di kebun sebagai tumbuhan obat. Herba, membentuk rumpun, tinggi 20 – 50 cm. Tumbuhan berbatang sernu. Daun tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, permukaan berambut kasar, panjang 27 – 50 cm, lebar 4,5 – 14 cm, pertulangan menyirip, pelepah tumbuh berseling pada pangkal membentuk roset akar, warnanya hijau. Bunga majemuk, bentuk corong, putih kekuningan. Buah bulat, tiap buah terdiri dari 4 biji. Biji bulat, kecil, keras, dan hitam. Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan pemisahan akar.

Kompri, komring (Jawa), K’ang fu li (China), comfrey, knitbone (Inggris), komfrey.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Daun kompri mengandung symphytine, echimidine, anadoline, al- kaloid pyrrolizidine (PAs), tanin, minyak asiri, allantoin, dan vitamin (B 1, B2, C dan E). Alkaloid pyrrolizidine diketahui merupakan penyebab kerusakan hati yang dinamakan hepatic veno-occlusive disease (HVOD). Sedangkan akarnya mengandung alkaloid pyrrolizidine dengan jumlah yang lebih besar dari daun. Efek Farkologis dan Hasil Penelitian : lnfus daun kompri 20% dengan takaran 25 dan 40 ml/kg bb mempunyai efek menurunkan kadar gula darah tikus putih jantan sebanding dengan suspensi klorpropamida 22,5 mg/kg bb. (Amrizal M., Jurusan Farmasi, FMIPA, UNAND, 1988).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Rematik, pegal linu, diare, tifoid, nyeri ulu hati, kanker payudara,; Radang saluran napas (bronkhitis), luka memar, borok, ; Kencing manis (diabetes melitus), patah tulang (fraktur), ; Tekanan darah tinggi (Hipertensi), rematik gout, radang usus,; Payudara bengkak karena ASI, gangguan lambung,; Batuk berdahak, radang amandel (tonsilis), darah haid banyak,; Kencing darah, liur berdarah, dan wasir berdarah.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun dan akar.

INDIKASI :

Daun berkhasiat untuk mengatasi:

– rematik, pegal linu,

– diare,

– tifoid,

– nyeri ulu hati, radang saluran napas (bronkitis), kencing manis (DM),

– tekanan darah tinggi, dan

– kanker payudara.

Akar berkhasiat mengatasi:

– luka memar, borok, luka pada paru,

– tulang patah (fraktur),

– rematik gout,

– payudara bengkak karena bendungan ASI,

– radang usus, gangguan lambung,

– batuk berdahak, radang amandel (tonsilitis), radang saluran napas

(bronkitis),

– rasa penuh di dada,

– perdarahan: darah haid banyak, kencing darah, liur berdarah, dan

wasir berdarah.

CARA PEMAKAIAN :

Akar segar sebanyak 20-30 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar yang digiling halus untuk menyembuhkan luka, ekzema, dan memar. Akar yang digiling halus dicampur sedikit kapur untuk menyembuhkan luka bemanah, borok di tungkai, bisul besar, wasir, gangren, rematik gout, dan tumor.

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Rematik :

Sebanyak 15 g daun muda segar dicuci lalu dipotong kecil-kecil.

Makan sebagai lalab.

2. Rematik gout :

Akar kompri segar secukupnya dicuci lalu digiling halus. Letakkan

pada bagian tubuh yang sakit.

3. Luka memar, borok, luka pada paru :

Akar kompri segar sebesar 1 ibu jari dipotong-potong lalu direbus

dengan 1 gelas air bersih atau   arak. Setelah dingin disaring, lalu

dibagi untuk 2 kali minum, yaitu pagi dan sore sama banyak.

4. Rasa penuh di dada

Akar kompri segar sebanyak 20 g dicuci dan dipotong-potong

seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.

Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.

5. Tulang patah, luka terpotong, luka baru :

Akar kompri segar secukupnya digiling halus. Letakkan pada bagian

tulang yang patah atau luka terpotong, lalu dibalut.

6. Payudara bengkak, wasir berdarah :

Akar kompri segar secukupnya digiling halus. Letakkan pada wasir

yang berdarah atau payudara yang bengkak.

7. Tonsilitis, bronkitis, batuk berdahak :

Akar kompri segar sebanyak 25 g dicuci lalu dipotong-potong

seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.

Setelah dingin disaring, dibagi 2 sarna banyak. Minum pagi dan

sore hari.

8. Menghentikan perdarahan :

Akar kompri segar sebanyak 20 g digiling halus. Air perasannya

ditambah sedikit anggur, minum.

CATATAN :

– Pemakaian berlebihan menyebabkan keracunan, terutama kerusakan hati.

– Sebaiknya penggunaan kompri untuk pengobatan dibatasi sampai

penelitian lebih lanjut tentang tumbuhan obat ini selesai dilakukan.

Penelitian terakhir mengungkapkan kalau kompri adalah tumbuhan

yang bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).

– Untuk pemakaian luar, penggunaan daun kompri sebagai obat untuk penyembuhan luka dan tulang patah tidak bermasalah.

(Sumber : iptek.net.id)

Untuk membeli kapsul KOMPRI atau KOMFREY dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Daun Kumis Kucing Obat Penyakit Kencing Batu

tanaman kumis kucing

KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus (B1) Miq.)Terna, tumbuh tegak, pada bagian bawah berakar di bagian buku-bukunya, tinggi 1-2 m, batang segi empat agak beralur, berbulu pendek atau gundul. Daun tunggal, bundar telur lonjong, lanset atau belah ketupat, berbulu halus, pinggir bergerigi kasar tak teratur, kedua permukaan berbintik-bintik karena ada kelenjar minyak atsiri. Bunga berupa tandan yang keluar di ujung cabang, wama ungu pucat atau putih (ada yang warna biru dan putih), benang sari lebih panjang dari tabung bunga. Buah geluk wama coklat gelap. Tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang. II. Syarat Tumbuh a. Iklim 1. Ketinggian tempat : 500 m – 900 m di atas permukaan laut 2. Curah hujan tahunan : 3000 mm/tahun 3. Bulan basah (diatas 100 mm/bulan) : 7 bulan – 9 bulan 4. Bulan kering (dibawah 60 mm/bulan) : 3 bulan – 5 bulan 5. Suhu udara : 280C – 340C 6. Kelembapan : sedang 7. Penyinaran : tinggi b. Tanah 1. Jenis : andosol, latosol 2. Tekstrur : lempung berpasir 3. Drainase : baik 4. Kedalaman air tanah : diatas 70 cm dari permukaan tanah 5. Kedalaman perakaran: 30 cm – 60 cm dari permukaan tanah 6. Kemasaman (pH) : 5 – 7 7. Kesuburan : sedang – tinggi III. Pedoman Bertanam a. Pengolahan Tanah 1. Tanah dicangkul sedalam 30 cm – 40 cm hingga gembur 2. Buatkan bedengan selebar 100 cm – 120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 40 cm – 50 cm, dan panjangnya disesuaikan kondisi lahan 3. Tebarkan pupuk kandang diatas bedengan tersebut b. Persiapan Bibit 1. Pada umumnya tanaman kumis kucing diperbanyak dengan stek batang atau stek cabang 2. Pilih batang atau cabang yang tidak terlalu tua, lalu dipotong menjadi stek-stek berukuran panjang 15 cm – 25 cm atau beruas sekitar 2 buku – 3 buku c. Penanaman 1. Stek bibit ditanam langsung di kebun sedalam 5 cm, kemudian padatkan tanah di sekitar pangkal stek 2. Jarak tanam 30 cm x 30 cm, 40 cm x 40 cm, 40 cm x 50 cm dan 60 cm x 60 cm.

Nama Lokal :
Kumis kucing, Mamang besar (Indonesia); Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa); Mao Xu Cao (China).

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Manis sedikit pahit, sejuk, anti-inflammatory (anti radang), peluruh air seni (diuretic), menghancurkan batu saluran kencing. KANDUNGAN KIMIA: Orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium, myoinositol.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Infeksi Ginjal, Infeksi Kandung kemih, Kencing batu, Encok; Peluruh air seni, menghilangkan panas dan lembab.

BAGIAN YANG DIPAKAI :

Seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).

KEGUNAAN:

1. Infeksi ginjal (Acute dan chronic nephritis), infeksi kandung kemih

(Cystitis).

2. Sakit kencing batu.

3. Encok (Gout arthritis).

4. Peluruh air seni (Diuretic).

5. Menghilangkan panas dan lembab.

PEMAKAIAN :

30 – 60 gr. (kering) atau 90 – 120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.

CARA PEMAKAIAN:

1. Nephritis, edema (bengkak):

0. aristatus (kumis kucing) 30 gr, Planto asiatica (daun urat) 30 gr,

Hedyotis diffusa. (rumput lidah ular) 30 gr, semuanya direbus.

2. Infeksi saluran kencing, sering kencing sedikit-sedikit

(anyang-anyangan) :

0. aritatus, Phyllanthus urinaria (meniran), Commelina communis,

masing-masing 30 gr., direbus.

(Sumber : iptek.net.id)

Untuk membeli kapsul ekstrak KUMIS KUCING dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Komentar

Lengkuas Meningkatkan Gairah Seksual

tanaman lengkuas

Lengkuas (Lenguas galanga atau Alpinia galanga) sering dipakai oleh kaum wanita dikenal sebagai penyedap masakan. Lengkuas termasuk terna tumbuhan tegak yang tinggi batangnya mencapai 2-2,5 meter. Lengkuas dapat hidup di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi, lebih kurang 1200 meter diatas permukaan laut. Ada 2 jenis tumbuhan lengkuas yang dikenal yaitu varitas dengan rimpang umbi (akar) berwarna putih dan vaaritas berimpang umbi merah. Lengkuas berimpang umbi putih inilah yang dipakai penyedap masakan, sedang lengkuas berimpang umbi merah digunakan sebagai obat. Lengkuas mempunyai batang pohon yang terdiri dari susunan pelepah-pelepah daun. Daun-daunnya berbentuk bulat panjang dan antara daun yang terdapat pada bagian bawah terdiri dari pelepah-pelepah saja, sedangkan bagian atas batang terdiri dari pelepah-pelepah lengkap dengan helaian daun. Bunganya muncul pada bagian ujung tumbuhan. Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga mempunyai aroma yang khas. Syarat Tumbuh a. Iklim 1. Ketinggian tempat : 1 – 1200 m diatas permukaan laut 2. Curah hujan tahunan : 2500 – 4000 mm/tahun 3. Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 7 – 9 bulan 4. Bulan kering (dibawah 60 mm/bulan) : 3 – 5 bulan 5. Suhu udara : 29′ C – 25′ C. 6. Kelembapan : sedang 7. Penyinaran : tinggi b. Tanah 1. Jenis : latosol merah coklat, andosol, aluvial. 2. Tekstur : lempung berliat, lempung berpasir, lempung merah, lateristik. 3. Drainase : baik 4. Kedalaman air tanah : 50 – 100 cm dari permukaan tanah 5. Kedalaman perakaran : 10 – 30 cm dari permukaan tanah 6. Kesuburan : sedang – tinggi Nama Lokal : Greater galingale (Inggris), Lengkuas (Indonesia); Laos (Jawa), Laja (Sunda). Komposisi : Senyawa kimia yang terdapat pada Lenguas galanga antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol dan kristal kuning. Penyakit Yang Dapat Diobati : Rematik, Sakit Limpa, Gairah seks, Nafsu makan, Bronkhitis; Morbili, Panu. 1. Rematik a. Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari dan 1 butir telur ayam kampung Cara membuat: lengkuas diparut dan diperas untuk diambil airnya, telur ayam kampung mentah dipecah untuk diambil kuningnya, kemudian kedua bahan tersebut dioplos sampai merata. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari b. Bahan: 3 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk merica, 1 potong gula merah, dan 2 gelas air santan kelapa Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama-sama hingga airnya tinggal 1 gelas Cara menggunakan: diminum sedikit demi sedikit selama 1 minggu 2. Sakit Limpa Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi temulawak sebesar ibu jari dan 1 genggam daun meniran Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore. 3. Membangkitkan Gairah Seks Bahan: 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan 2 buah jeruk nipis, 1 sendok  teh merica, 1 sendok teh garam dan 1 ragi tape. Cara membuat: umbi lengkuas dan halia diparut dan diperas untuk diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan-bahan yang lain dengan 0,5 gelas air masak sampai merata. Cara menggunakan: diminum. 4. Membangkitkan Nafsu Makan a. Bahan: 1 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 buah  mengkudu mentah, 0,5 rimpang kencur sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk ketumbar, 1 siung bawang putih, 3 mata buah asam jawa yang masak, 1 potong gula merah, jakeling, jalawe dan jarahab. Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 0,5 gelas, pagi dan sore. b. Bahan: 1 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 1 pohon tumbuhan meniran dan sedikit adas pulawaras. Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 5. Bronkhitis Bahan: rimpang umbi lengkuas, temulawak dan halia (masing-masing 2 rimoang) sebesar ibu jari, keningar, 1 genggam daun pecut kuda, 0,5 genggam daun iler, daun kayu manis secukupnya. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. 6. Morbili Bahan: 4 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 sendok teh minyak kayu putih, dan 2 sendok teh minyak gondopura. Cara membuat: umbi lengkuas diparut halus, kemudian dicampur dengan bahan lainnya sampai halus. Cara menggunakan: dipakai untuk obat luar. 7. Panu a. Bahan: rimpang umbi lengkuas dan kapur sirih secukupnya Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus Cara menggunakan: digosokkan pada bagian yang sakit, pagi dan sore. b. Bahan: rimpang lengkuas dan spirtus Cara membuat: rimpang lengkuas dipotong-potong. Cara menggunakan: bagian yang sakit digosok-gosok dengan potongan-potongan lengkuas, kemudian diolesi dengan spirtus. (Sumber : iptek.net.id) Untuk membeli kapsul LENGKUAS dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Komentar

Mahkota Dewa Mengobati Penyakit Kanker

tumbuhan mahkota dewa

Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa [Scheff.] Boerl.) Bisa ditemukan ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias atau di kebun-kebun sebagai tanaman peneduh. Asal tanaman mahkota dewa masih belum diketahui. Menilik nama botaninya Phaleria papuana, banyak orang yang memperkirakan tanaman ini populasi aslinya dari tanah Papua, Irian Jaya. Di sana memang bisa ditemukan tanaman ini. Mahkota dewa tumbuh subur di tanah yang gembur dan subur pada ketinggian 10-1.200 m dpl. Perdu menahun ini tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 m. Batangnya bulat, permukaannya kasar, warnanya cokelat, berkayu dan bergetah, percabangan simpodial. Daun tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek, bentuknya lanset atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin, warnanya hijau tua, panjang 7-10 cm, lebar 2-5 cm. Bunga keluar sepanjang tahun, letaknya tersebar di batang atau ketiak daun, bentuk tabung, berukuran kecil, berwarna putih, dan harum. Buah bentuknya bulat, diameter 3-5 cm, permukaan licin, beralur, ketika muda warnanya hijau dan merah setelah masak. Daging buah berwarna putih, berserat, dan berair. Biji bulat, keras, berwarna cokelat. Berakar tunggang dan berwarna kuning kecokelatan. Perbanyakan dengan cangkok dan bijinya.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH Simalakama (Melayu), makutadewa, makuto mewo, makuto ratu, makuto rojo (Jawa). NAMA ASING – NAMA SIMPLISIA Phaleriae Fructus (buah mahkota dewa).

Komposisi :
Daun mahkota dewa mengandung antihistamin, alkaloid, saponin, dan polifenol (lignan). Kulit buah mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT DAN KHASIAT Buah berkhasiat menghilangkan gatal (antipruritus) dan antikanker. Biji berracun. EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioaktivitas ekstrak buah mahkota dewa dengan metode BSLT yang dilanjutkan dengan uji penapisan antikanker in vitro terhadap sel leukemia 1210, menunjukkan toksisitas yang sangat tinggi dan potensial sebagai antikanker. Identifikasi senyawa kimia aktif dalam ekstrak buah mahkota dewa didapat senyawa lignan yang termasuk dalam golongan polifenol dan senyawa syringaresinol (Dra. Vivi Lisdawati MSi, Apt., tesis S-2 di FMIPA UL Suara Pembaruan, Rabu, 9 April 2003).

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun; daging dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan daging buah digunakan setelah dikeringkan.

INDIKASI

Kulit buah dan daging buah digunakan untuk:

– disentri,

– psoriasis, dan jerawat.

Daun dan biji digunakan untuk pengobatan:

– penyakit kulit, seperti ekzim dan gatal-gatal.

CARA PEMAKAIAN

Belum diketahui dosis efektif yang aman dan bermanfaat. Untuk obat yang diminum, gunakan beberapa irisan buah kering (tanpa biji). Selama beberapa hari baru dosis ditingkatkan sedikit demi sedikit, sampai dirasakan manfaatnya. Untuk penyakit berat, seperti kanker dan psoriasis, dosis pemakaian kadang harus lebih besar agar mendapat manfaat perbaikan. Perhatikan efek samping yang timbul.

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT

Disentri

Rebus kulit buah mahkota dewa yang sudah dikeringkan (15 g) dengan dua gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring clan minum airnya sekaligus. Lakukan 2–3 kali dalam sehari.

Psoriasis

Belah buah mahkota dewa segar (tiga buah), bijinya dibuang, lalu iris tipis-tipis dan jemur sampai kering. Rebus simplisia ini dengan satu liter air dengan api besar. Setelah mendidih, kecilkan api dan rebus sampai airnya tersisa seperempatnya. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing separuhnya. Jika timbul gejala keracunan, turunkan dosis atau hentikan penggunaannya.

Eksim, gatal-gatal

Cuci daun mahkota dewa segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan pada bagian yang sakit, lalu balut. Ganti 2–3 kali dalam sehari.

Catatan:

Penggunaan tanaman obat harus berdasarkan asas manfaat dan keamanan. Jika bermanfaat untuk penyembuhan penyakit, tetapi tidak aman karena beracun, harus dipikirkan kemungkinan timbulnya keracunan akut maupun keracunan kronis yang mungkin terjadi.

Bagian buah, terutama bijinya berracun. Jika buah segar dimakan langsung, bisa menyebabkan bengkak di mulut, sariawan, mabuk, kejang, sampai pingsan.

Menggunakan dengan dosis berlebihan dalam waktu lama bisa menimbulkan efek samping, seperti sakit kepala kronis.

Ibu hamil dilarang minum tanaman obat ini.

(Sumber : iptek.net.id)

Untuk membeli kapsul MAHKOTA DEWA dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 8 Komentar

Mengkudu Mengobati Kaki Bersisik

tanaman mengkudu atau pace

MENGKUDU (Morinda citrifolia) termasuk jenis kopi-kopian. Mengkudu dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1500 meter diatas permukaan laut. Mengkudu merupakan tumbuhan asli dari Indonesia. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi pohon 3-8 m. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bungan bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk lonjong dengan variasi trotol-trotol. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang pinggiran-pinggiran kebun rumah.

Nama Lokal :
Mengkudu (Indonesia), Pace, Kemudu, Kudu (Jawa); Cengkudu (Sunda), Kodhuk (Madura), Wengkudu (Bali).

Komposisi :
Buah buni tumbuhan mengkudu yang telah masak mempunyai aroma yang tidak sedap, namun mengandung sejumlah zat yang berkhasiat untuk pengobatan. Adapun kandungan zat tersebut antara lain morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sorandiyiol.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Hipertensi, Sakit kuning, Demam, Influenza, Batuk, Sakit perut; Menghilangkan sisik pada kaki.

1. Hipertensi

Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 sendok

makan madu.

Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya,

kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.

Cara menggunakan: diminum dan diulangi 2 hari sekali.

2.  Sakit Kuning

Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 potong

gula batu.

Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya,

kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.

Cara menggunakan : diminum dan diulangi 2 hari sekali.

3. Demam (masuk angin dan infuenza)

Bahan: 1 buah Mengkudu dan 1 rimpang kencur;

Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air

sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.

Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

4. Batuk

Bahan: 1 buah Mengkudu dan ½ genggam daun poo (bujanggut);

Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air

sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.

Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

5. Sakit Perut

Bahan: 2-3 daun Mengkudu

Cara Membuat: ditumbuk halus, ditambah garam dan diseduh air

panas.

Cara menggunakan: setelah dingin disaring dan diminum.

6. Menghilangkan sisik pada kaki

Bahan: buah Mengkudu yang sudah masak di pohon.

Cara menggunakan: bagian kaki yang bersisik digosok dengan buah

mengkudu tersebut sampai merata, dan dibiarkan selama 5-10 menit,

kemudian dibersihkan dengan kain bersih yang dibasahi dengan air

hangat.

(Sumber : iptek.net.id)

Untuk membeli kapsul ekstrak MENGKUDU dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar