Manfaat / Khasiat Obat Herbal Kumis Kucing

tumbuhan kumis kucing

ARTIKEL I

SELAIN sebagai tanaman hias, kumis kucing ternyata berkhasiat menyembuhkan keluhan batu ginjal dan radang ginjal.

Tanaman dengan nama latin Orthosiphon aristatus ini termasuk dalam famili Lamiaceae / Labiatae. Kumis kucing umumnya tumbuh di tempat dengan ketinggian 500 – 1.200 m dpl.

Sebagai obat, Anda dapat memanfaatkan daun kumis kucing yang basah mapun kering. Untuk pengobatan ini, sediakan 25 g daun kumis kucing, 25 g daun ngokilo, 25 g daun meniran dengan akarnya dan 25 g daun keji beling.

Cuci bersih bahan-bahan itu lalu rebus dalam empat gelas air. Tunggu hingga mendidih dan minumlah air rebusan itu dalam sehari. Semoga bermanfaat! (suaramerdeka.com)

(Sumber : beritahothariini.blogspot.com)

Untuk membeli kapsul ekstrak KUMIS KUCING dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

ARTIKEL II

Nama Umum : Kumis Kucing, ,Remujung, Misai Kucing (Malaysia), Yaa Nuat Maeo (Thailand).
Nama Ilmiah : Orthosiphon stamineus Benth, atau Ocimum aristatum BI
Familia : Lamiaceae

Orthosiphon aristatus adalah dari keluarga Lamiaceae / Labiatae. Tanaman obat herbal yang ditemukan terutama di seluruh Asia Tenggara dan Australia tropis

Tanaman berbentuk semak, batangnya basah, tingginya bisa mencapai 1,5 meter itu. Bisa tumbuh di tempat yang kering maupun basah pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, tanaman ini memiliki daun berbentuk telur taji, tepi daunnya bergerigi kasar. Bunganya mengeluarkan benang sari dan putik berwarna putih atau ungu.

Daunnya mengandung kadar kalium (boorsma) yang cukup tinggi. Ia juga mengandung glikosida orthosiphonin yang berkhasiat untuk melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat dari tubuh. Terutama dari kandung kemih, empedu dan ginjal., rematik, tekanan darah tinggi, kencing manis, kencing batu serta infeksi kandung kencing.

Untuk mengobati penyakit infeksi ginjal dan hipertensi, cuci 30 gram herba segar kumis kucing, herba daun sendok dan rumput lidah ular. Rebus itu semua dalam tiga gelas air sampai hanya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring airnya lalu diminum setengah gelas sebanyak dua kali sehari.

Hal ini dipercaya selama berabad-abad untuk mengobati penyakit ginjal, batu kandung kemih, infeksi saluran kemih, hati dan masalah kandung kemih, diabetes, rematik dan asam urat. Dan, itu juga digunakan untuk mengurangi kolesterol dan tekanan darah. Juga, diyakini sebagai antiallergic, antihipertensi, anti inflamasi dan diuretik properti. Selain itu, digunakan sebagai obat untuk arteriosclerosis (kapiler dan gangguan peredaran darah), batu ginjal, diabetes dan nefritis.

Selain itu, ia memiliki tindakan diuretik ringan, sehingga sangat berguna untuk pembilasan ginjal dan saluran kemih. Kemudian, hal itu juga meringankan kejang dari otot polos di dinding organ-organ internal, sehingga berharga untuk masalah kantong empedu. Para peneliti telah menemukan hal itu terjadi sedikit antiseptik juga.

(Sumber : kiathidupsehat.com)

ARTIKEL III

Nyeri buang air seni: Cara I: Seduh dan minum sejumput daun kumis kucing yang dikeringkan seperti teh, boleh juga kalau diberi gula aren. Cara II: 1 sendok daun kumis kucing yang dilumatkan, 7 batang meniran, rebus dengan dua gelas air sampai air tinggal setengah. Minum air rebusan itu sebanyak 3x sehari.

Batu ginjal: Cara I: 25 g daun kumis kucing, 25 g daun ngokilo, 25 g daun meniran dengan akarnya, 25 g daun keji beling, dicuci. Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih. Minum semua air rebusan itu dalam sehari. Cara II: 3 genggam daun kumis kucing, 5 helai daun keji beling dicuci, rebus dengan 2 gelas air. Minum airnya 2x sehari, pagi dan sore, selama 10 hari. Sesudah 10 hari, ganti dengan air rebusan jagung muda, 1 x sehari. Hindari makan daging kambing, durian serta makanan pedas.

Rematik: Sesendok kecil daun kumis kucing yang dilumatkan, 1 sendok makan daun meniran yang sudah dilumatkan juga, direbus dengan segelas air sampai airnya tinggal 3/4. Saring. Lalu diminum.

Sakit pinggang: 7 helai daun dan 2 potong akar kumis kucing dicuci. Rebus dengan 1 gelas air. Biarkan satu malam, baru diminum.

Radang ginjal: 40 helai bunga dan daun kumis kucing, 3 belimbing wuluh tua dicuci, dihaluskan. Seduh dengan 2 gelas air. Minum 3x sehari. Lakukan selama 1 minggu.

Masuk angin: 1 sendok daun kumis kucing dan direbus dengan segelas air sampai air tinggal setengah. Diminum sekaligus.

Demam: 100 g akar kumis kucing dicuci, rebus dengan 3 gelas air. Setelah mendidih, saring, dan ambil airnya. Minum air rebusan ini 1 gelas sehari

(Sumber : warintek.ristek.go.id)

ARTIKEL IV

Khasiat untuk pengobatan

1) Infeksi saluran kencing atau sering kencing (anyang-anyangan)
Petiklah tangkai dan daun kumis kucing sebanyak 30 g. Tambahkan daun meniran dan Asiatic Dayflower (Commelia communis) masing-masing 30 g. Rebus dan minumlah.

2) Kencing yang tersendat dan disertai rasa sakit
Daun kumis kucing yang dikeringkan dapat diseduh, seperti teh, lalu diminum dengan gula aren juga berkhasiat.

3) Darah tinggi
Siapkan daun kumis kucing yang basah dan kering sebanyak 50 g. Daun kumis kucing yang kering dibersihkan lalu direbus dengan air secukupnya. Daun yang segar langusng diseduh dengan air panas. Hasil ramuan keduanya diambil lalu disaring. Ramuan ini sebaiknya diminum segelas sehari.

4) Demam
Siapkan 100 g akar kumis kucing. Cuci hingga bersih. Selanjutnya rebus dengan air sebanyak 2000 cc. Setelah mendidih diamkan air sampai tidak terlalu panas, kemudian disaring dan diambil airnya. Air rebusan ini cukup diminum segelas sehari.

5) Khasiat lain (menyembuhkan infeksi ginjal dan kencing batu,menambah nafsu makan, menghilangkan panas, dan mengobati encok).

Semua bagian tanaman kumis kucing dapat pula direbus atau dikeringkan, lantas diseduh seperti minum teh.

Untuk membeli kapsul ekstrak KUMIS KUCING dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Manfaat / Khasiat Kunir Putih untuk Kesehatan

Kunir putih telah dimanfaatkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia sebagai bumbu dapur, disamping untuk mengobati beberapa penyakit. Hingga kini para pengobat tradisional di Indonesia tetap menggunakannya sebagai salah satu obat alami yang penting. Bahkan penelitian-penelitian ilmiah telah dilakukan untuk mengungkap kandungan dan khasiat kunir putih.

Tanaman yang punya nama latin curcuma alba dikenal memiliki manfaat untuk mengobati beragam penyakit sekaligus menunjang kesehatan. Sebut saja diantara khasiat ampuhnya adalah untuk meredakan sakit maag dan nyeri lambung. Begitu pula digunakan untuk mengecilkan rahim dan menambah nafsu makan. Kunir putih secara tradisional juga dimanfaatkan untuk mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Komposisi:
Tiap kapsul mengandung ekstrak yang setara dengan 2 gram simplisia Curcuma xanthoriza rhizoma

Khasiat:
Mengatasi segala penyakit kewanitaan seperti keputihan, kanker payudara, kanker rahim dan mencegah penuaan dini.

(Sumber : infoherba.blogdetik.com)

Untuk membeli kapsul ekstrak KUNIR PUTIH dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Manfaat / Khasiat Lengkuas untuk Kesehatan

lengkuas

Lengkuas dengan bahasa latin (Alpinia galanga, Linn) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi dan dataran rendah.  Batangnya terdiri dari susunan pelepah daun. Daunnya bulat panjang dimana daun bagian bawah terdiri dari pelepah-pelepah saja sedang bagian atas lengkap dengan helaian daun. Bunganya muncul pada ujung tumbuhan. Lengkuas atau laos ada yang berimpang putih, ada pula yang berimpang merah. Yang merah ukurannya lebih besar dan khasiatnya untuk obat lebih banyak. Tanaman ini memiliki batang semu seperti  jahe, tapi tingginya bisa sampai 2 m. Daunnya pun lebih lebar. Lengkuas yang subur panjang daunnya bisa setengah meter dan lebarnya 15 cm

Lengkuas termasuk tumbuhan tegak yang tinggi batangnya mencapai 2-2,5 meter. Lengkuas dapat hidup di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi, lebih kurang 1200 meter diatas permukaan laut.

Lengkuas yang biasanya digunakan untuk pengobatan adalah jenis lengkuas merah (Alpinia purpurata K Schum). Dalam farmakologi China dan pengobatan tradisional lainnya disebutkan, lengkuas merah memiliki sifat antijamur dan antikembung. Efek farmakologi ini umumnya diperoleh dari rimpang yang mengandung basonin, eugenol, galangan dan galangol.

1. Syarat Tumbuh

a. Iklim

1. Ketinggian tempat : 1 – 1200 m diatas permukaan laut (dpl)

2. Curah hujan tahunan : 2500 – 4000 mm/tahun

3. Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 7 – 9 bulan

4. Bulan kering (dibawah 60 mm/bulan) : 3 – 5 bulan

5. Suhu udara : 29′ C – 25′ C.

6. Kelembaban : sedang

7. Penyinaran : tinggi

b. Tanah

1. Jenis : latosol merah coklat, andosol, aluvial.

2. Tekstur : lempung berliat, lempung berpasir, lempung merah

3. Drainase : baik

4. Kedalaman air tanah : 50 – 100 cm dari permukaan tanah

5. Kedalaman perakaran : 10 – 30 cm dari permukaan tanah

6. Kesuburan : sedang – tinggi

2. Manfaat lengkuas bagi kesehatan

Khasiat untuk pengobatan
1) Aneka penyakit kulit, seperti kudis, koreng, dan borok
2) Obat tetes telinga
3) Obat gosok, pelancar kemih, dan obat penguat empedu
4) Rematik
5) Menambah nafsu makan
6) Batuk rejan atau kinghus
7) Alergi udang atau ikan laut sehingga timbul gatal-gatal
8) Kaki encok
9) Rematik di kaki atau obat gosok
10) Penambah darah

3. Cara pengobatan

1) Aneka penyakit kulit, seperti kudis, koreng, dan borok

Rimpang lengkuas ditambah bawang putih sebanyak 4 kali rimpang ditumbuk halus dan dijadikan bubur (pasta). Tempelkan pasta tersebut di tempat yang sakit. Untuk kurap menahun, tambahkan sedikit cuka ke pasta tersebut. Selain itu, rimpang segar yang dicacah sampai timbul seratnya dan diberi sedikit cuka dapat digunakan untuk menggosok panu di kulit.

2) Obat tetes telinga

Rimpang yang muda ditumbuk dan diperas aimya. Air tersebut dapat diteteskan sebagai obat telinga

3) Obat gosok, pelancar kemih, dan obat penguat empedu

Rimpang lengkuas diiris-iris dan direndam dalam alkohol, kemudian digosokkan pada perut

4) Rematik

Rimpang lengkuas direbus. Airnya yang masih hangat digunakan untuk mandi.

5) Menambah nafsu makan

Rimpang lempuyang pahit sebanyak 150 g dicuci hingga bersih. Kemudian parut hingga halus. Rebuslah parutan ini dengan 2500 cc air hingga airnya tinggal separuh. Untuk menghilangkan rasa pahit dapat ditambah gula merah 50 g. Saring terlebih dahulu sebelum diminum. Air ini diminum 3 kali sehari cukup 1 sendok makan

6) Batuk rejan atau kinghus

Rimpang lempuyang pahit dicampur kayu manis cina dan bawang merah yang sudah dipanggang. Campuran tersebut ditumbuk dan diperas, kemudian diminum hasil perasannya

7) Alergi udang atau ikan laut sehingga timbul gatal-gatal

iris tipis-tipis rimpang lempuyang pahit, seduh seperti teh, dan diminum setiap hari hingga gejala alergi hilang

8) Kaki encok

Rimpang lempuyang pahit ditumbuk, dicampur dengan minyak kelapa dan abu dapur hingga berbentuk tapal. Ramuan ini juga berguna untuk megobati bengkak-bengkak di badan. Caranya oleskan tapal pada bagian yang bengkak

9) Rematik di kaki atau obat gosok

Rimpang lempuyang wangi dikupas, lalu dicampur cabe jawa, dilumatkan, dan ditambah nasi kering. Ramuan itu ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.

10) Penambah darah

Rimpang lempuyang wangi diparut, lalu dicampur dengan gula dan direbus dengan air secukupnya. Airnya diminum sehari 3 kali sebanyak 1 sendok makan.

11) Gangguan perut/kembung/sebah.

Lengkuas merah 1 jari diiris-iris tipis, rebus dengan tiga gelas air jadi 2 gelas. Minum pagi dan sore sebelum makan, masing-masing 1 gelas.

12)Bercak-bercak kulit dan tahi lalat (sproeten). Dua jari rimpang digiling halus, tambahkan cuka sebanyak satu sendok makan hingga menjadi seperti bubur. Oleskan di bagian tubuh yang terdapat kelainan kulit. Lakukan hingga bercak dan tahi lalat mengempis atau hilang sama sekali.

13)Demam disertai pembesaran limpa. Dua rimpang lengkuas cuci bersih kemudian diparut. Peras airnya. Ambil sebanyak satu sendok teh. Setelah ditambahkan sedikit garam dapur, minum hingga demam mereda.

14) habis bersalin (nifas). Rimpang lengkuas yang masih muda sebesar tiga jari, dicuci lalu dipotong-potong. Rebus dengan air secukupnya, minum.

15) Bronkhitis. Rimpang lengkuas satu jari cuci bersih, parut. Tambahkan 1/2 cangkir air masak dan dua sendok makan madu, remas sampai rata. Peras dan saring, minum tiga kali sehari setiap hari.

16) Masuk angin. Dua jari rimpang parut, campur dengan tiga sendok makan madu dan satu sendok arak, peras. Saring minum seukuran 2 sendok makan.

17) Diare. Ambil 3/4 jari rimpang, parut. Tambahkan setengah cangkir air masak dan satu sendok makan madu. Peras, saring, minum. Dua kali sehari.

18) Obat meningkatkan gairah seks (aprodisiak). Ambil dua rimpang lengkuas merah, dua rimpang jahe merah ditambah tiga sampai empat gram bubuk merica hitam. Rebus dengan air empat gelas, jadikan tiga gelas. Minum tiga kali sehari, masing-masing segelas setelah ditambah dua sendok makan madu. (Suharso Rahman)

4.      Kandungan lengkuas

Mengandung minyak atsiri antara lain :

·         Basonin        :memiliki efek merangsang semangat,

·         Eugenol         :mencegah ejakulasi prematur, antijamur Candica albicans, antikejang Analgetik, anestetik, dan penekan pengendali gerak

·         Galangol        :merangsang semangat dan menghangatkan tubuh.

·         Galangin        :meredakan rasa lelah, antimutagenik, penghambat enzim siklo-oksigenase dan lipoksogenase

·         alpinen,

·         kamfer,

·         methyl-cinnamate.

(Sumber : oviwahyuni.blogspot.com)

Untuk membeli kapsul LENGKUAS dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan klik blog : OBAT TRADISIONAL.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 9 Komentar

Khasiat / Manfaat Lempuyang Wangi

lempuyang wangi

ARTIKEL I

Lempuyang merupakan salah satu tanaman tradisional Indonesia yang memiliki banyak manfaat. Lempuyang sendiri memili 3 jenis, yaitu :

1. Lempuyang Emprit (Zingiber Amaricans)

Lempuyang jenis ini memiliki manfaat sebagai obat untuk menurunkan suhu ketika menderita demam. Karena lempuyang jenis ini memiliki kandungan senyawa sekulterpenketun atau minyak atsiri yang dapat menurunkan suhu badan. Selain itu, lempuyang ini juga dapat digunakan untuk menambah nafsu makan. Pada umumnya bagian yang digunakan adalah rimpangnya yang berwarna putih kekuning-kuningan dan mempunyai rasa pahit.

2. Lempuyang Gajah (Zingiber Zerumbet)

Lempuyang jenis ini memiliki manfaat sebagai obat batu ginjal, menetralkan dan membersihkan darah, menghambat gerakan peristaltik usus halus pada kelinci, disentri, kejang pada anak, diare, menambah nafsu makan, sakit kuning serta sakit kulit (sebagai obat luar).

3. Lempuyang Wangi (Zingiber Aromaticum Val)

Lempuyang jenis ini mempunyai daya anti-bakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstrak rimpangnya mampu membunuh cacing tambang pada anjing. Selain itu, lempuyang ini dapat dijadikan sebagai obat asma, merangsang nafsu makan, mengurangi rasa nyeri pada lambung, pembersih darah, pereda kejang, penyakit kuning, radang sendi, kolera, anemia, malaria, penyakit syaraf, nyeri perut, cacingan serta masuk angin.

(Sumber : ijemherbal.pasarberingharjo.com)

Untuk membeli kapsul LEMPUYANG WANGI dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan klik blog : OBAT TRADISIONAL.

ARTIKEL II

Lempuyang adalah tanaman berbatang basah yang tidak berkayu, tingginya bisa mencapai 1,8 m. Daunnya bulat panjang, yang berkhasiat adalah rimpangnya yang berada dalam tanah. Meskipun menjalar, ia tidak disebut ubi jalar tapi disebut umbi rimpang. Umbi rimpang inilah yang berbau sedap sehingga disebut aromaticium. Tapi, rasanya sangat pahit.

Suku : Zingiberaceae

Kandungan dan manfaat : Pahit, Membersihkan darah. Lempuyang mengandung senyawa zerumbon, senyawa yang berkhasiat antikejang, juga memiliki kandungan kimia limonen, yang berbau sedap dan bersifat mengeluarkan gas (karminatif) hasil pencernaan makanan.

Kegunaan :

Kaki bengkak sehabis melahirkan

  • Rimpang lempuyang, cabai jawa, dicuci, dilumatkan. Beri air secukupnya. Peras dengan kain. Airnya diminum.

Ambeien

  • 3/4 jari lempuyang dicuci, diparut. Tambahkan 2 sendok makan air matang dan garam sedikit. Peras. Minum airnya 2x sehari, 1 sendok makan.

Kolik karena kedinginan

  • 1 rimpang lempuyang dicuci, dibakar, dilumatkan bersama 1/2 jari kunyit, 3 rimpang temu kunci, sepotong kayu ules, 5 biji adas, 11 butir ketumbar, 11 butir merica bolong, 20 helai daun poko segar. Semua direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Saring. Diminum 2x sehari, sesudah makan siang dan malam, masing-masing 1/2 gelas.

Menambah nafsu makan

  • 3 jari lempuyang dicuci, diparut. Beri 3 sendok teh air. Diminum 3x sehari 1 sendok teh sebelum makan.

Anemia

  • Cara I : Jari lempuyang dicuci tapi jangan dikupas, lalu diparut. Beri gula aren secukupnya. Rebus dengan 3 gelas air, sampai airnya tinggal 1 gelas. Setelah dingin minum sekaligus. Ulangi beberapa kali.
  • Cara II :2 jari lempuyang dicuci, dimemerkan, direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Diminum 2x sehari, masing2 1/2 gelas.

Gatal-gatal

  • Seibu jari lempuyang dicuci, diparut. Beri 1/2 gelas air. Peras. Biarkan mengendap. Ambil cairannya untuk diminum 1x sehari sampai sembCacingan
  • Lumatkan 2 jari rimpang lempuyang, 3 bawang merah yang sudah dikupas dan dicuci. Lembutkan / parut kedua bahan. Beri air 1/2 gelas. Peras. Minum 2x sehari, 2 sendok makan.

(Sumber : ceputelecenter.wordpress.com)

Untuk membeli kapsul LEMPUYANG WANGI dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan klik blog : OBAT TRADISIONAL.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Khasiat / Manfaat Jamur Lingzhi

ARTIKEL I

JAMUR yang satu ini, memang berbeda dengan jamur yang lainnya. Bahkan dilihat sepintas, jamur yang dikenal dengan sebutan Ling Zhi oleh orang China, dan Mannetake atau Reishi oleh orang Jepang ini, mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan jamur-jamur lainnya. Sebutan lain, dari jamur ini ialah Ganoderma.

Warnanya yang agak merah kecoklak-coklatan, mempunyai daya tarik tersendiri. Jamur ini sejak ribuan tahun yang lalu, telah menjadi perhatian banyak orang, terutama kalangan ilmuwan yang bergerak dalam pengobatan tradisional. Lingzhi bagai seorang gadis cantik dari kayangan, yang mampu merebut perhatian banyak orang, sehingga permintaan pasar semakin meningkat.

Wajar kalau kemudian, jamur ligzhi ini sering disebut sebagai “Jamur Sepuluh Ribu Tahun” atau “Jamur Sumber Kehidupan” karena khasiat dan kandungan mampu memberikan dampak positif bagi orang yang terkena penyakit yang tergolong berat. Hal tersebut, memang sudah dirasakan semua masyarakat, bahkan di negeri China dan Jepang, lingzhi menjadi primadona, sebab telah ribuan tahun menjadi makanan konsumsi para kaisar.

Jamur ini pertama kali dikonsumsi, oleh kaisar Sin Shi Huang Ti (Huang Di) pada tahun 250 SM, sebagai obat panjang umur. Karena dalam sejarahnya, kaisar yang berhasil mempersatukan daratan China dalam satu pemerintahan itu tidak ingin mati, dan mencari obat panjang umur. Salah satu obat yang berhasil ditemukan oleh sin she di zamannya itu ialah jamur lingzhi ini.

Sebagai jamur yang merupakan substitusi ramuan obat-obatan, terutama berbentuk serbuk atau keratannya, lingzhi bukan tergolong jamur konsumsi seperti jamur tiram atau jamur kuping misalnya. Dalam catatan kitab kuno, terutama China, Jepang, dan Korea. Menempatkan lingzhi sebagai bahan konsumsi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia.

Bahkan negeri China, tercatat sebagai salah satu negara yang sangat potensial menghasilkan lingzhi. Pangsa pasar yang dibidik China, dalam mengembangkan lingzhi hampir menembus ke berbagai negara Asia dan Eropa. Bahkan dalam penyebaran pemasarannya, dibantu melalui jaringan internasional, sehingga China semakin produktif dalam budidaya lingzhi.

Masyarakat China maupun Jepang mempercayai, bahwa lingzhi merupakan makanan yang bisa memperpanjang usia manusia dengan tetap mempunyai badan prima, segar, dan sehat. Maka tak heran, kalau orang China rata-rata berusia panjang dengan kesehatan tubuh yang tetap prima.

Drs. H. Unus Suriawiria, pakar jamur dan dosen senior bioteknologi ITB dalam keterangannya, mengatakan, hasil penelitian pada lembaga kanker di Jepang dan Amerika Serikat, menunjukkan hal yang positif bahwa lingzhi dapat dijadikan untuk menangkal dan mencegah penyakit  kanker, dan juga mampu mengobati penyakit yang sudah menyerang pasien kanker. “Bahkan terhadap virus HIV/AIDS, ekstrak jamur lingzhi ini sudah memperlihatkan manfaatnya yang sangat meyakinkan, serta dapat mencegah dan menghambat kehidupan virus,” ujarnya.

Sejarah penggunaan jamur lingzhi dalam pengobatan, menurut Unus Suriawiria, ternyata sudah sejak lama digunakan oleh banyak suku Indian di Meksiko (suku bangsa Maya), sebagai obat penawar racun dan penyakit berbahaya lainnya. Bahkan oleh suku bangsa Sherpa, yang berdiam di kaki pegunungan Himalaya yang terkenal dingin dan selalu “kekurangan oksigen”, ramuan yang berisi jamur ini dapat dijadikan obat untuk penangkal penyakit yang sebabkan oleh “ketinggian tempat”.

Dijelaskan Unus, produk jamur lingzhi, baik dalam bentuk serbuk halus, keratan atau ekstraknya, mulai banyak dipasarkan dalam bentuk: (1) serbuk saja dengan kemasan antara 100-500 gram. (2) serbuk dengan kemasan kapsul, (3) serbuk ditambah dengan bahan lainnya seperti serbuk teh hijau, (4) keratan yang dimasukkan ke dalam ramuan bahkan anggur, (5) larutan ekstrak.

Sedangkan kandungan senyawa kimia, yang konon memiliki khasiat obat dari jamur lingzhi, antara lain: ganodermin, ganoderan, asam ganodermin, triterpen, peptidoglukan, di samping sejumlah vitamin, misalnya vitamin E dan sejumlah mineral.

(Sumber : mitra-bisnis.tripod.com)

Untuk membeli kapsul LINGZHI dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan klik blog : OBAT TRADISIONAL.

ARTIKEL II

Sama seperti jamur kayu lainnya yaitu jamur tiram, jamur kuping dan shiitake; jamur ling zhi ini aman dikonsumi manusia, bahkan berkhasiat sebagai obat. Manfaat jamur Ling Zhi sudah terkenal berabad-abad lamanya dan diyakini sebagai obat awet muda yang membuat orang tidak akan mati-mati (elixir of immortality).

Manfaat Jamur Ling Zhi

Meningkatkan kebugaran tubuh

Para pakar Jepang telah meneliti manfaat jamur ling zhi melalui senyawa aktif yang dikandungnya. Ternyata, jamur ling zhi mengandung germanium organic. Senyawa ini mampu menyerap oksigen sehingga suplai oksigen di dalam darah meningkat 1,5 kali lipat.

Kandungan oksigen dalam darah inilah yang menyebabkan tubuh terlihat lebih segar, bugar dan awet muda. Manfaat jamur ling zhi ini melebihi khasiat ginseng 6 kali lipatnya.

Mencegah dan Melawan Sel-sel Kanker

Racun dalam tubuh adalah lahan empuk bagi sel-sel kanker untuk tumbuh dan berkembang biak. Jamur Ling Zhi berkhasiat membersihkan racun dari dalam tubuh. Jika tubuh telah bersih dari racun, otomatis sel-sel kanker tidak akan mampu berkembang biak atau menyebar, bahkan akan mati.

Menormalkan Fungsi Tubuh yang Terganggu

Daya adaptogen jamur Ling Zhi mampu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak atau menormalkan kembali sel-sel yang tidak normal. Karena itu, jamur ling zhi dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit karena kemampuannya memperbaiki organ-organ dalam tubuh sehingga dapat berfungsi normal kembali.

Secara singkat, jamur Ling Zhi memiliki manfaat bagi kesehatan sebagai berikut :
• meningkatkan sistem kekebalan tubuh
• menormalkan tekanan darah tinggi maupun rendah
• mencegah stroke
• antioksidan
• antinyeri
• antiradang
• antivirus
• antijamur
• antialergi
• menurunkan kadar lemak, kolesterol dan gula darah
• menyembuhkan bronchitis dan hepatitis
• menekan efek samping kemoterapi / radiasi

Manfaat Jamur Ling Zhi Berdasarkan Warnanya
Setidaknya ada 6 warna jamur Ling Zhi yang diketahui memiliki khasiat, yaitu:
• Ling Zhi merah, berkhasiat untuk mengatasi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan organ jantung dan pembuluh darah,
• Ling Zhi ungu, berkhasiat untuk mengatasi gangguan yang berkaitan dengan persendian,
• Ling Zhi hijau, berkhasiat mengatasi masalah liver,
• Ling Zhi putih, berkhasiat untuk mengatasi gangguan paru-paru dan kulit,
• Ling Zhi kuning, berkhasiat untuk mengatasi ganggunan limpa,
• Ling Zhi hitam, berkhasiat untuk mengatasi gangguan ginjal dan otak.

Untuk memperoleh manfaat jamur Ling Zhi yang bertekstur keras dan kenyal ini, biasanya mereka harus merebusnya terlebih dahulu. Setelah itu, air rebusannya mereka minum meskipun rasanya pahit. Namun kini, jamur Ling Zhi telah diolah dalam bentuk kapsul sehingga mudah ditelan tanpa harus menahan rasa pahit.

Jamur Lingzhi, merupakan salah satu jamur paling tua dikenal manusia sebagai bahan konsumsi. Berbeda dengan jamur-jamur lainnya, penggunaan jamur ini lebih cederung sebagai “fitopharmaka” (obat nabati).

Dr. P. Wahyudi Halim mengatakan, “Secara umum konsumsi rutin lingzhi merangsang produksi interferon dan interleukin I dan II sebagai anti kanker.” Prof. Dr. Agus Sudjarwo, periset fakultas Kedokteran Universitas Airlangga telah membuktikan bahwa lingzhi tokcer mengatasi kanker paru.

Sejak jaman dulu, LingZhi, Reishi atau Ganoderma lucidum sudah dipercaya sebagai peningkat system kekebalan tubuh. Penggunaannya secara rutin diyakini dapat memperpanjang usia. Orang-orang Jepang dan Cina sudah membuktikannya sejak ribuan tahun lalu. Sekarang ini, dengan bantuan teknologi modern, unsur-unsur yang menyebabkan LingZhi menjadi berkhasiat ini diteliti terus menerus dan memang terbukti secara klinis bahwa jamur ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh

Prof. Feng-Lin Hsu, Ph.D, Professor dan Direktur pada Graduate Insitute of Pharmacognosy Science, Taipei Medical University, Departemen Ilmu dan Teknologi Farmakognosi, Jepang mengungkapkan, ”hasil penelitian medis tentang LingZhi menyebutkan bahwa jamur ini mampu menghambat sel kanker payudara, mendukung fungsi hati, mengoptimalkan dan mengatur system kekebalan tubuh dan fungsi lain seperti menurunkan gula darah, kadar kolesterol, mencegah batuk dan insomnia.

(Sumber : salunsz.blogspot.com)

Untuk membeli kapsul LINGZHI dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan klik blog : OBAT TRADISIONAL.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 8 Komentar

Khasiat / Manfaat Cacing Lumbricus Rubellus

ARTIKEL I

Lumbricus rubellus adalah spesies cacing tanah yang berhubungan dengan Lumbricus terrestris. Biasanya cokelat kemerahan atau ungu kemerahan, bagian punggung berwarna-warni, dan bagian perut berwarna kuning pucat. Mereka biasanya mempunyai panjang sekitar 1 sampai 4 inci (25-105 mm), dengan sekitar 95-120 segmen.

Penampilan

Lumbricus rubellus, atau “Cacing Tanah Merah”, berkisar dari 1 sampai 4 inci (25-105mm) panjang dan memiliki warna kemerahan, semi-transparan, fleksibel kulit halus melingkar tersegmentasi menjadi beberapa bagian. Setiap segmen berisi empat pasang setae, atau bulu, dan jumlah segmen per organisme jatuh tempo berkisar 95-105 (Edwards dan Lofty 1972). Segmentasi Lumbricus rubellus mengidentifikasi organisme sebagai anggota Filum Annelida, sedangkan diperbesar segmen anterior terhadap organisme yang disebut clitellum keanggotaan menunjukkan untuk Kelas Clitellata. Anggota kelas ini juga didefinisikan dengan memiliki permanen gonad.

Habitat

Lumbricus rubellus alami tinggal di tanah di bagian atas pada bahan organik (Edwards dan Lofty 1972). Lumbricus rubellus memerlukan tanah yang lembab dan cukup untuk pertukaran gas (Wallwork 1983). Persyaratan lebih lanjut termasuk faktor abiotik seperti pH dan suhu.

Berbagai faktor abiotik yang signifikan untuk Lumbricus rubellus, Reynolds mencatat bahwa pH adalah penting tertentu, dan bahwa pH 5,5-8,7 dapat diterima dengan preferensi untuk sodils netral.  Edwards dan Lofty mencatat bahwa temperatur juga signifikan, dengan implikasi untuk pertumbuhan, respirasi, metabolisme dan reproduksi. Mereka mencatat suhu ideal 51 derajat Fahrenheit (10,6 derajat Celcius). Faktor abiotik lebih lanjut kelembaban, dan dicatat oleh Edwards dan Lofty sebagai penting untuk pernafasan cacing tanah (respirasi). Sebuah spesies yang sama, Millsonia anomala, paling aktif pada kadar air 10-17%.  Substratum untuk Lumbricus rubellus berhubungan dengan makanan jenis sumber dan persyaratan pH dan kelembaban. Sehubungan dengan intensitas cahaya, Edwards dan Lofty mencatat bahwa sebagian besar spesies cacing tanah photonegative untuk sumber cahaya yang kuat dan photopositive lemah sumber-sumber cahaya. Hal ini disebabkan oleh efek cahaya yang kuat, seperti pengeringan dan kurangnya sumber makanan yang ditemukan di atas tanah untuk cacing tanah (Edwards dan Lofty).

Perilaku

Organ Lumbricus rubellus yang terkait dengan makan berada di prostomium yang terletak di ujung anterior dari organisme (Edwards dan Lofty 1972). Para kemoreseptor di sini adalah sensitif terhadap alkaloid, polifenol dan asam. Tanggapan negatif disebabkan asam dan alkaloid (pada tingkat tertentu), sedangkan sensitivitas polifenol mengidentifikasi sumber makanan yang berbeda (Edwards dan Lofty 1972). juga dapat ditemukan di bagian lain tubuh organisme. Ini melayani dan mengarahkan organisme ini dari bahaya seperti suhu atau variasi pH dan kemampuan organisme untuk mendapatkan sumber makanan.

Ekosistem

Lumbricus rubellus adalah saprophage yang memakan bahan organik yang dalam keadaan tinggi dekomposisi (Wallwork 1983). Dalam ekosistem, seperti cacing tanah Lumbricus rubellus meningkatkan laju transfer antar tingkat trofik dengan membuatnya lebih mudah bagi tanaman untuk serapan gizi. Dalam rantai makanan, cacing tanah Lumbricus rubellus adalah konsumen utama yang berperan mengubah energi disintesis oleh fotosintesis tanaman menjadi makanan bagi hewan di tingkat trofik yang lebih tinggi (Wallwork 1983).

Satu interaksi biotik yang signifikan dari hasil Lumbricus rubellus, sehubungan dengan produksi vitamin B12 mikroorganisme seperti bakteri (Wallwork 1983). Keberadaan cacing tanah seperti Lumbricus rubellus meningkatkan konsentrasi vitamin B12 memproduksi mikroorganisme dan vitamin B12 di dalam tanah. Hasilnya adalah hasil jelai meningkat dan peningkatan volume bahan organik untuk cacing tanah. Dengan cara ini ada hubungan umpan balik positif (simbiose mutualisme) antara mikroorganisme dan  Lumbricus rubellus.

Manfaat

Dalam pengobatan tradisional China , ekstrak Lumbricus rubellus digunakan untuk penyembuhan sakit dalam perut sebagai antidemam dikenal sebagai Di Long , atau Earth Dragon, untuk mengobati rematik, dahak dan gangguan darah.

(Sumber : cacingtanahqu.blogspot.com)

Untuk membeli kapsul cacing tanah LUMBRICUS RUBELLUS dan berbagai jenis kapsul herbal, silakan klik blog : Klik di Sini.

ARTIKEL II

Salam pertanian. Cacing tanah. Banyak diantara kita selaku pecinta pertanian sudah melupakan akan manfaat binatang yang menjijikkan yang satu ini. Padahal sejak jaman nenek moyang kita kita telah banyak dibantu oleh cacing tanah. Coba bayangkan betapa besar peran cacing tanah dalam meningkatkan kesuburan tanah kita? Betapa besar manfaat cacing tanah terhadap kelestarian alam kita?

Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah, karena tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata) dan termasuk kelas Oligochaeta. Cacing tanah bukanlah hewan yang asing bagi kita, terutama bagi masyarakat di perdesaan. Di balik bentuknya yang menjijikkan, ternyata hewan ini mempunyai potensi sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.

Anda mungkin tidak tahu, bahwa ternyata banyak yang membutuhkan cacing ini. Bahkan, di pasar luar negeri kebutuhan cacing tanah cukup besar. Korea Selatan misalnya, membutuhkan cacing tanah sekitar 35.000 ton per bulan untuk dijadikan pakan ayam.

Untuk keperluan pasar ekspor ini, cacing tanah bukan hanya dijadikan sebagai pakan ternak tetapi juga sebagai bahan baku lain. Di Cina, cacing jenis ini digunakan sebagai obat tradisional. Di Prancis dan Italia, cacing ini dijadikan bahan kosmetika untuk menghaluskan dan melembutkan kulit.

Sementara di Jepang dan beberapa negara Eropa, dijadikan bahan tambahan dalam pembuatan makanan dan minuman. Di Indonesia sendiri, cacing tanah sudah mulai dimanfaatkan sebagai bahan baku obat.

Dengan aspek ekonomisnya yang cukup menjanjikan, bahkan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia, tak salah jika saat ini banyak masyarakat yang membudidayakannya.

Jenis-jenis yang paling banyak dikembangkan oleh manusia berasal dari famili Megascolicidae dan Lumbricidae dengan genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus.

Melihat berbagai manfaat inilah, maka cacing tanah jika dikelola secara baik dan benar bisa menjadi usaha yang lumayan menguntungkan. Jika Anda mampu mengolah proses produksi sejak hulu hingga hilir, tentu keuntungan bisa makin berlipat.

Yang pertama kali harus dilakukan dalam membudidayakan hewan ini adalah persiapan sarana dan peralatan. Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk dan genteng tanah liat.

Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah berukuran 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m. Di dalamnya, dibuat rak-rak bertingkat sebagai wadah-wadah pemeliharaan.

Bahan untuk media pembuatan sarang adalah, kotoran hewan, dedaunan / buah-buahan, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas koran, kardus, kayu lapu, bubur kayu.

Bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 Cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air, kemudian diaduk kembali. Bahan campuran dan kotaran ternak dijadikan satu dengan persentase perbandingan 70:30 ditambah air secukupnya supaya tetap basah.

Kemudian yang tak kalah penting adalah proses pembibitan. Persiapan yang diperlukan dalam pembudidayaan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing dan kandang pelindung.

Sebaiknya, dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yang sudah ada karena diperlukan pengembangbiakan dalam jumlah yang besar. Namun, bila akan dimulai dari skala kecil dapat pula dipakai bibit cacing tanah dari alam, yang diperoleh dari tumpukan sampah yang membusuk atau dari tempat pembuangan kotoran hewan.

Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yang ada, tidaklah sekaligus dimasukkan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit.

Beberapa bibit cacing tanah diletakkan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yang lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media.

Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah, berarti cacing tanah itu betah dan media sudah cocok. Sebaliknya, bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media.

Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dengan yang baru. Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dapat dilakukannya sendiri. Dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yang berisi telur-telur.

Kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yang lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor.

Diperkirakan, 100 ekor cacing dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yang ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.

Pakan Untuk pemeliharaannya, yang perlu diperhatikan adalah pemberian pakan. Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yang ditanam. Apabila yang ditanam 1 kg, maka pakan yang harus diberikan juga harus 1 kg.

Secara umum, pakan cacing tanah berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yang hanya dipakai sebagai media. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan, adalah pakan yang diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur dengan cara diblender. Bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dari peti wadah tidak ditaburi pakan.

Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas dari pengendalian terhadap hama dan musuh cacing. Beberapa hama dan musuh cacing tanah antara lain semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu dan lain-lain.

Musuh yang juga ditakuti adalah semut merah yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah.

Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil terpenting yang dapat diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (bekas cacing).

Panen cacing dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya, sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya.

Ada cara panen yang lebih ekonomis dengan membalikkan sarang. Di balik sarang yang gelap ini cacing biasanya berkumpul dan cacing mudah terkumpul, kemudian sarang di balik kembali dan pisahkan cacing yang tertinggal.

Jika pada saat panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pada wadah semula dan diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas.

Dan cacing tanah dapat diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang baru dan siap di panen. Mudah bukan? Anda tertarik untuk membudidayakannya?

MENJIJIKKAN TAPI BERKHASIAT

Sebagian orang merasa jijik melihat cacing. Ya, hewan ini memang kadang terlihat menjijikkan, dengan bentuknya yang kecil, memanjang, tubuh yang lembab, memang sangatlah tidak nyaman ketika kita bersinggungan dengan hewan invertebrata ini. Namun, siapa sangka jika hewan mungil ini memiliki beragam khasiat.

Suatu ketika, jika Anda pergi ke toko obat Cina untuk mencari obat demam atau tipes, Anda akan disarankan menggunakan cacing tanah kering atau direbus dan diminum airnya. Kalau tidak suka dengan baunya yang cukup menyengat, bisa memakan dalam bentuk kering yang sudah dimasukkan ke dalam kapsul.

Untuk membeli kapsul LUMBRICUS RUBELLUS dan berbagai jenis kapsul herbal, silakan klik blog : OBAT TRADISIONAL.

Biasanya, pasien diberi ramuan berupa 10 gram estrak cacing tanah, direbus dengan 5 gelas air hingga tersisa 2 gelas, yang harus diminum tiga kali selama dua hari.

Biasanya, cacing tanah kering yang diberikan itu adalah jenis Pheretima aspergillum.

Nah, unik bukan? Memang cacing tanah dikenal menyimpan banyak khasiat. Kenyataannya, banyak orang yang mengonsumsinya untuk menyembuhkan beberapa penyakit, tanpa efek samping.
Sembuhkan Typus Menurut para ahli cacing, Lumbricus Rubellus mengandung kadar protein sangat tinggi sekitar 76%. Kadar ini lebih tinggi dibandingkan daging mamalia (65%) atau ikan (50%).

Beberapa penelitian telah membuktikan adanya daya antibakteri dari protein hasil ekstrasi cacing tanah yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif Escherichia coli, Shigella dysenterica, Staphylococcus aureus dan Salmonella thyp.
Dari berbagai sumber para ahli dan pakar cacing mengatakan, bahwa banyak sekali manfaat dan khasiat dari cacing tanah ini.

Di antaranya dapat untuk menyembuhkan typus, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan tekanan darah tinggi, meningkatkan nafsu makan dan juga mengobati infeksi saluran pencernaan seperti disentri, diare, serta gangguan perut lainnya seperti maag.

Di Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Hongaria, dan Filipina, cacing dipakai sebagai bahan campuran biskuit dan minuman penyegar. Hewan ini juga digunakan sebagai obat seperti antipyrn, antipyretic, dan antidote.

Sejumlah zat yang bermanfaat bagi manusia memang terkandung di dalamnya. Ditambahkan, cacing tanah juga mengandung 15 jenis asam amino esensial dengan kadar yang sangat tinggi. Zat ini biasa digunakan untuk menyempitkan atau melebarkan pembuluh darah.

Penelitian lainnya mengatakan, pharetima mengandung mineral dan sejumlah asam anorganik. Selain itu, binatang ini juga mengandung lumbrofebrin, lumbritin, terre strolumbrolysin, xanthine, adenine dan hypoxabthine.
1.800 Spesies Dari penelitian laboratorik pun menunjukkan pheretima mempunyai khasiat terhadap sistem saraf (menenangkan, menghilangkan kejang, menurunkan panas, menghentikan nyeri), terhadap sistem kardiovaskular (menurunkan tekanan darah, menormalkan denyut jantung yang tidak teratur), terhadap sistem imunologi (meningkatkan daya imun), melebarkan saluran pernapasan (sebagai bronchodilatator), terhadap sirkulasi darah (mencegah pembentukan trombus, mencegah pembekuan darah, menghancurkan trombus), anti tumor (ekstrak pheretima 912), merangsang otot polos uterus, membunuh sperma binatang percobaan.

Cacing tanah di dunia telah terindentifikasi sebanyak 1.800 spesies. Dari jumlah tersebut, ada dua spesies, yaitu Lumbricus rubellus (dikenal dengan cacing eropa atau introduksi) dan Pheretima aspergillum (dikenal dengan nama cacing kalung atau dilong) yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional.

Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya, lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik.

Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman.

Di bidang peternakan, berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok.

Selain itu gambaran sederhana untuk melihat nilai ekonomi cacing tanah dan manfaatnya kita bisa dicermati dari maraknya hobi memancing di sungai, rawa, waduk, atau kolam pemancingan.

Artinya, kita bisa menjual langsung cacing tanah di sekitar lokasi mancing. Jika mau lebih serius, peternakan cacing tanah bisa dijadikan usaha tetap atau sambilan untuk berbagai keperluan pasar.

-suara merdeka-

(Sumber : gerbangpertanian.com)

Untuk membeli kapsul cacing tanah LUMBRICUS RUBELLUS dan berbagai jenis kapsul herbal, silakan klik blog : Toko Obat Herbal Online.

Dipublikasi di kesehatan, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , | 4 Komentar

Manfaat / Khasiat Buah Mahkota Dewa

buah mahkota dewa

ARTIKEL I

Banyak sekali khasiat dan manfaat yang bisa kita ambil dari mahkota dewa, antara lain sebagai obat diabetes, kanker / tumor, hepatitis, reumatik dan asam urat.  Berikut adalah cara pengobatan menggunakan mahkota dewa untuk penyakit-penyakit yang telah saya sebutkan tadi.

Khasiat mahkota dewa untuk mengobati diabetes :

Cara pengobatannya dengan meminum air rebusan mahkota dewa.

Rebus  5 butir mahkota dewa dalam 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Minum 3 kali sehari, masing-masing satu gelas. Mudah-mudahan kadar gula anda akan berangsur turun.

Khasiat mahkota dewa untuk pengobatan kanker :

  • Campur 5 gram daging buah mahkota dewa kering dengan 15 gram temu putih, 10 gram sambiloto kering dan 15 gram cakar ayam kering, cuci bersih semua bahan
  •  Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
  • Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas. Ramuan diminum 1 jam sebelum makan .

Khasiat mahkota dewa untuk pengobatan  Hepatitis

Pengobatan: Minum air rebusan.

Cara membuat:

  • Campur 5 gram daging buah mahkota dewa kering dengan 15 gram pegagan, 10 gram sambiloto kering dan 15 gram daun dewa, cuci bersih semua bahan
  • Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
  • Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Khasiat mahkota dewa untuk menyembuhkan Rematik dan Asam urat
Pengobatan: Minum air rebusan. Cara membuat:

  • Campur 5 gram daging buah mahkota dewa dengan 15 gram akar sidaguri, 10 gram sambiloto kering, cuci bersih semua bahan,  Rebus semua bahan dalam 5 gelas air, biarkan rebusan hingga air tersisa 3 gelas
  • Saring air rebusan, tunggu sampai dingin dan minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas. Ramuan diminum 1 jam sebelum makan

(Sumber : rumputeki.blogspot.com)

Untuk membeli kapsul MAHKOTA DEWA dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan klik blog : Toko Obat Herbal Online.

ARTIKEL II

Mahkota Dewa, nama tanaman yang satu ini sudah beberapa tahun lalu saya dengar karena khasiatnya untuk menyembuhkan dan mencegah kanker. Pada waktu itu ditempat saya sangat sulit untuk mendapatkannya, konon katanya di pulau Jawalah tanaman ini banyak dijumpai. Ternyata ketika saya pulang ke Tanah Air tahun lalu,  di dekat rumah mertua saya ada tanaman ini. Menurut beliau telah banyak orang sekitar tempat tinggal beliau yang sembuh dari penyakit lever, kanker payudara, kanker rahim, reumatik, dan sebagainya, setelah mengkonsumsi tanaman ini. . Tanaman ini berupa pohon perdu, dengan tajuk pohon bercabang-cabang.

Sedangkan ketinggainnya sekitar 3 m. jika dibiarkan bisa mencapai 5 meter. Umurnya bisa mencapai usia 10-20 tahun. Tumbuhan ini bisa hidup baik pada ketinggian 10-1.000 m dpl., bisa ditanam dari biji dan cangkokkan. Mempunyai buah yang merah menyala yang tumbuh dari batang utama hingga ke ranting. Keluarga mertua saya rutin meminum kulit dan daging buah mahkota dewa ini setelah diiris tipis dan kemudian di di jemur sampai kering. Cara mengkonsumsinya pun seperti menyeduh teh atau juga boleh dengan merebusnya sampai mendidih dan kemudian diminum dalam keadaan dingin atau hangat sesuai selera anda. Menyeduh atau merebusnya hanya 7 lembar karena kalau kebanyakan ada efek samping seperti muntah-muntah, mabuk, dan pusing. Saya pun akhirnya tertarik untuk mencoba mengkonsumsinya, dan memutuskan untuk membawanya ke Brunei. Setibanya di Brunei saya mencobanya, ternyata khasiatnya sungguh terasa. Di pergelangan tangan suami saya terdapat bengkak sebesar bola pingpong, setelah mengkonsumsi mahkota dewa bengkak tersebut semakin mengecil begitu juga dengan saya sebelum datang bulan sering merasa sakit perut dan di pinggang setelah mengkonsumsinya Alhamdulillah sakitnya hilang, perut terasa enak dan badan terasa  segar.

Pohon Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) merupakan salah satu tanaman obat di Indonesia yang berasal dari Papua/Irian Jaya.  Orang Jawa Tengah dan Yokyakarta menamainya dengan Makuto Dewo, makuto ratu sedangkan orang Banten menyebutnya raja obat, karena khasiatnya menyebuhkan berbagai macam penyakit sedangkan orang etnik China menamainya pau yang artinya obat pusaka.

Secara empiris tumbuhan ini kaya akan manfaat dan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit mulai dari penyakit yang berkelas ringan seperti encok, pegal-pegal, flu sampai ke kelas yang berat seperti kanker, rematik, lever, hipertensi, kencing manis, sakit ginjal, reumatik, lemah syahwat, sakit jantung, serta asam urat,  ini berdasarkan pengalaman mereka yang berhasil sembuh dari penyakitnya berkat meminum mahkota dewa, sedangkan pembuktian-pembuktian secara ilmiah masih terbatas. Literatur yang membahasnya sangat terbatas.  Namun seorang ahli farmakologi dari fakultas Kedokteran UGM, dr. Regina Sumastuti berhasil membuktikanTanaman obat ini mengandung zat antihistamin, yang merupakan penangkal alergi dan mampu berperan memacu kerja otot rahim sehingga persalinan berlangsung lancar karena itu wanita yang hamil muda dilarang mengkonsumsi mahkota dewa.

Selain itu tim peneliti Cancer Research Group Fak. Farmasi UGM di bawah naungan Dr. Edy Meiyanto, Msi, Apt. membuktikan ekstrak air daging buah mahkota dewa mampu menghambat pertumbuhan sel kanker (pendekatan DNA supercoil). Tanaman obat ini  telah lama dikenal di kalangan Keraton Solo dan Jogjakarta, mereka memanfaatkannya sebagai tanaman obat.

Dari penelitian yang terbatas ini ditemukan bahwa mahkota dewa mengandung zat-zat aktif yang penuh manfaat. Diantaranya:

1.   Alkaloid, zat ini bersifat detoksifikasi yang dapat menetralisir racun dalam tubuh

2.   Saponin, yang bermanfaat sebagai:

-         sumber anti bakteri dan virus

-         meningkatkan sistem kekebalan tubuh

-         meningkatkan vitalitas

-         mengurangi kadar gula dalam darah

-         mengurangi penggumpalan darah

3.   Flavonoid, bermanfaat sebagai:

-         melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah

-         mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penimbunan lemak pada dinding pembuluh darah

-         mengurangi resiko penyakit jantung koroner

-         mengandung antiinflamasi (anti radang)

-         berfungsi sebagai anti-oksidan

-         membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan

4.   Polifenol berfungsi sebagai antihistamin (antialergi)

Kita berharap akan ada lagi temuan-temuan baru tentang zat-zat aktif lain yang membuat tanaman ini mampu menyembuhkan bermacam penyakit.

Bagian-bagian dari mahkota dewa ini yang digunakan adalah daun, batang dan buahnya. Dari buah ini yang dimanfaatkan kulit, daging buah dan cangkang biji sedangkan bijinya tidak dikonsumsi karena sangat beracun. Karena itu bijinya hanya digunakan sebagai obat luar untuk penyakit kulit. Sekarang mahkota dewa bisa di dapat dalam bentuk teh dan ramuan instan. Yang harus diingat dalam mengkonsumsinya harus sesuai takaran.

Penyembuhan dengan mahkota dewa butuh waktu, apalagi untuk penyakit yang telah kronis, jadi jangan berharap akan segera merasakan hasilnya..

Yang terpenting dalam pengobatan adalah keyakinan kita bisa sembuh dengan meminum obat. Itulah kunci terpenting dalam pengobatan. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad S.A. W air putihpun bisa sebagi obat kalau kita meyakininya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah berdo’a untuk kesembuhan kita, karena setiap penyakit pasti ada obatnya.

(Sumber : catatandona.multiply.com)

Untuk membeli kapsul MAHKOTA DEWA dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan : Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , | 2 Komentar