Fenugreek atau Hulbah Membesarkan Payudara

http://daftar-obat-herbal.blogspot.com/2012/07/fenugreek-atau-klabet-mengencangkan.html

fenugreek

Hulbah atau Fenugreek atau Klabet Bermanfaat Menyeimbangkan Hormon Dalam Tubuh.

Tanaman Fenugreek berasal dari Eropa bagian Tenggara dan Asia sebelah barat, sering digunakan untuk bumbu dapur. Tanaman Fenugreek (Trigonella foenum-graecum) sekarang telah menyebar ke seluruh dunia. Fenugreek di Indonesia lebih dikenal dengan nama klabet atau kelabet atau kelabat, banyak dimanfaatkan untuk bumbu masakan gulai.

Fenugreek atau Hulbah banyak mengandung fitoestrogen. Kandungan fitoestrogen di Eropa sangat dikenal sebagai pelancar ASI bagi ibu yang sedang menyusui. Serat dan saponin dalam fenugreek juga tinggi, banyak dimanfaatkan oleh ibu yang mengalami sembelit (sulit buang air besar); sering dialami oleh ibu sehabis persalinan (melahirkan).

European Society Comission of Publication (ESCOP) sebuah lembaga riset dan publikasi di Eropa menyarankan pengkonsumsian hulbah atau fenugreek atau kelabet paling banyak 6 (enam) gram setiap harinya. Serat dalam fenugreek yang sangat tinggi dapat menyebabkan diare, namun bisa dikendalikan dengan membatasi pemakaiannya. Pada umumnya biji klabet atau hulbah aman untuk dikonsumsi.

Pemakaian Secara Umum

- Untuk menjaga kebugaran badan (stamina) dan mencegah penyakit, minum setengah sendok teh sebanyak 2 kali setiap hari; siang dan malam.

- Untuk mengobati suatu penyakit, dikonsumsi setengah sendok teh sebanyak tiga kali sehari; pagi, siang dan malam.

- Untuk merawat kulit, pemijatan dan penyakit kulit, ambilah fenugreek secukupnya dan campurkan ke dalam air putih hingga menjadi krim (adonan yang agak kental). Lalu balurkan pada bagian tubuh yang memerlukan.

Cara Pemakaian Fenugreek

- Fenugreek dapat dimakan, diminum atau  dijadikan krim tanpa campuran bahan lain kecuali air.

- Kelabet dapat dimakan, diminum atau dibuat krim. Boleh dicampur dengan bahan lain, misalnya : jeruk nipis, madu,  lemon, minyak zaitun, teh, jintan hitam (habbatussauda), propolis, ginseng atau dapat dicampur air atau jus.

- Hulbah dapat dimanfaatkan untuk bumbu berbagai masakan, kue, sirup, teh, dll.

Resep Khusus

- Konsumsi ½ gram fenugreek sebanyak tiga kali sehari untuk membantu merangsang, melancarkan dan meningkatkan kualitas Air Susu Ibu.

- Konsumsi 3 sampai dengan 5 miligram hulbah 3x sehari untuk membesarkan payudara.

- Konsumsi secara teratur 3  sampai 5 miligram klabet 3x sehari untuk mengencangkan dan memperindah payudara.

- Balurkan 20 gram kelabet kira-kira 20 menit pada payudara untuk merangsang hormon dan membantu membesarkan payudara.

- Taburkan pada makanan atau konsumsi 1 sendok teh sebelum makan, bermanfaat membantu mencegah dan mengobati masalah pencernaan.

- Konsumsi 2 sendok teh tambahkan madu, jeruk Nipis, atau teh untuk mencegah dan mengobati demam.

- Fenugreek dimanfaatkan juga untuk menurunkan gula darah. Konsumsilah 5 sampai 30 gram setiap makan (tiga kali konsumsi dalam sehari; pagi, siang dan malam). Fenugreek dapat menurunkan tekanan darah, menambah sensitifitas insulin, dan menurunkan kolesterol, berdasar hasil dari beberapa penelitian. Hal ini kemungkinan timbul karena tingginya kadar serat dalam hulbah. Hulbah juga mengandung asam amino yang dapat meningkatkan produksi insulin (mengendalikan gula darah pada penderita diabetes atau penyakit gula).

 Cara Membesarkan Payudara dengan Fenugreek atau Hulbah atau Kelabet.

- Satu sendok makan fenugreek campurkan bersama air hangat secukupnya, lalu aduk hingga menjadi krim, selanjutnya balurkan pada payudara dan pijat selama 20 menitan. Kemudian bersihkan dengan air hangat.

- Fenugreek setengah sendok teh campurkan dengan air hangat 1 gelas (bisa ditambah madu). Minum 3x sehari.

 PERHATIAN !!!

- Wanita yang sedang hamil tidak dianjurkan makan hulbah, kecuali saat akan melahirkan; untuk membantu merangsang dan melancarkan proses melahirkan.

- Lulur fenugreek tidak disarankan untuk masker kulit wajah.

- Fenugreek jika akan dikonsumsi bersama dengan obat kimia pabrikan, sebaiknya selisihkan konsumsinya sekitar 2 jam. Karena fenugreek dapat mengurangi khasiat obat kimia pabrikan.

Untuk membeli FENUGREEK, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Daun Baru Cina atau Ngai Upaya Mendapatkan Keturunan

baru cina

Gambar Tanaman Baru Cina atau Ngai

BARU CINA atau NGAI (Artemisia vulgaris Linn.)

Familia :

Compositae

Tanaman tahunan, berambut halus, tegak, tinggi mencapai 1 m, berbau tajam, menyenangi tanah yang cukup lembab dan tanah yang kaya humus, tumbuh liar di hutan dan di ladang. jenis yang biasa ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat. Artemisia argyi Levl. et. Vant. Tanaman ini terdapat sampai 3.000 m di atas permukaan laut, berasal dari Cina. Tanaman ini merupakan herba setengah berkayu, percabangan banyak, beralur dan berambut. Daun berbentuk bulat-telur dengan tepi berbagi menjari ujung meruncing, kedua permukaan daun berambut halus. Warna daun hijau, di bagian bawah warna lebih putih, duduk berseling. Bunga merupakan bunga majemuk, kecil-kecil, warna kuning muda berbentuk bonggol tersusun dalam rangkaian berbentuk malai yang tumbuh menunduk, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai. Perbanyakan dapat dengan stek atau biji.

Nama Lokal :

Baru Cina (Indonesia, Sumatera), Daun manis, brobos krebo; Beunghar kucicing, jukut lokot mala, suket gajahan (jawa); Kolo, goro-goro cina (Maluku), Daun Sudamala, cam cao; Ai ye (China).

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Rasa pahit, pedas, hangat. Menghilangkan rasa dingin, menghilangkan sakit, menghentikan perdarahan (hemostatic), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi. Herba ini masuk meridian ginjal, paru dan limpa. KANDUNGAN KIMIA BARU CINA atau NGAI : Minyak menguap (Phellandrene, cadinene, thujvl alkohol), alfa-amirin, fernenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4-ol, beta- karyophyllene, 1-quebrachitol. Akar dan batang : Inulin (mengandung artemose), Cabang kecil : Oxytocin, yomogi alkohol, dan ridentin.

PENYAKIT YANG DAPAT DIOBATI :

Sakit haid, Keguguran, Disentri, Keputihan, Susah punya anak, Muntah darah, mimisan, pendarahan usus, memudahkan persalinan.

BAGIAN YANG DIPAKAI : Daun, seluruh tanaman.

KEGUNAAN :

1. Menstruasi berlebihan (banyak), sakit pada menstruasi

(Dysmenorrhea), menstruasi tidak teratur.

2. Mencegah keguguran (Threatened abortion), pergerakan janin

berlebihan.

3. Disenteri, keputihan.

4. Mempermudah persalinan, susah punya anak.

5. Muntah darah (hematemesis), mimisan (epistaxis), perdarahan usus (rectal haemorrhgia).

PEMAKAIAN :

10 – 30 gram rebus, minum.  Herba ini sudah dibuat tablet,

suntikan, minyak, aerosol (obat semprot mulut).

PEMAKAIAN LUAR :

Gangguan lambung, nyeri persendian (arthralgia), eczema, gatal-gatal (pruritus), bisul.  Dipakai sebagai moxa, dengan cara memanaskan titik-titik akupunktur.

Verruca vulgaris (kutil): A. argyi dilumatkan, tempelkan ke tempat kelainan beberapa kali sehari, selama + 30 hari.

CARA PEMAKAIAN :

1. Memulihkah tenaga akibat perdarahan sehabis melahirkan:

4 pohon baru cina + 6 gelas air, direbus sampai sisa 2 gelas.

Diminum sehari 2 x 1 gelas sebelum makan.

2. Lemah syahwat:

15 – 45 gram biji digiling halus, makan.

3. Ayan (Epilepsi):

1 genggam akar artemisia + 1 ibu jari jahe + 1 ibu jari gula

enau + 4 gelas air, rebus menjadi 2 gelas.  Sehari 2 x 1 gelas.

4. Sakit tenggorok:

Herba segar ditumbuk, peras, minum airnya.

5. Disentri:

Barucina + jahe segar, direbus sampai kental, minum 3 x.

Artemisia argyi Levl et Vant :

Mempunyai khasiat untuk pengobatan carcinoma lambung, pembesaran kelenjar  payudara. juga dipakai untuk pengobatan hepatitis, prostatitis, bronchitis, menstruasi berlebihan, menstruasi tidak teratur dan nyeri menstruasi, dan penyakit-penyakit alergi. Herba ini menghambat pertumbuhan Hela cell.

EFEK SAMPING BARUCINA atau NGAI :

30% pasien yang memakai rebusan daun A. argyi mempunyai keluhan mulut kering, rasa tida enak di lambung (yang terbanyak), mual, muntah, mencret dan pusing, yang hilang bila memakai minyak daun A. argyi.

(Sumber : iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul daun ngai atau baru cina, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Daun Teratai Mengatasi Masalah Haid

Teratai

Teratai (Nelumbium nelumbo Druce)

Tanaman air menahun yang indah, asli dari daratan Asia. Teratai dibudidayakan di perairan dan kolam, kadang ditemukan tumbuh liar di rawa. Tanaman air yang tumbuh tegak. Rimpang tebal bersisik, tumbuh menjalar. Daun dan bunga keluar langsung dari rimpangnya yang terikat pada lumpur di dasar kolam. Helaian daun lebar dan bulat, disangga oleh tangkai yang panjang dan bulat berdiameter 0,5-1 cm, panjangnya 75-150 cm. Daun menyembul ke atas permukaan air, menjulang tegak seperti perisai. Permukaan daun berlilin; warnanya hijau keputihan, tepi rata, bagian tengah agak mencekung, tulang daun tersebar dari pusat daun ke arah tepi, diameter 30-50 cm. Bunganya harum, tumbuh menjulang di atas permukaan air dengan tangkai bulat panjang dan kokoh, panjang tangkai bunga 75-200 cm. Diameter bunga 15-25 cm, benang sari banyak kepala sari kuning, mahkota bunga lebar, ada yang engkel dan ada yang dobel dengan warna merah jambu, putih dan kuning. Bunga mekar sehari penuh dari pagi sampai sore hari. Setelah layu, mahkota bunga berguguran sampai akhirnya tersisa dasar bunga yang akan menjadi bakal buah, bentuknya seperti kerucut terbalik dengan permukaan datar semacam spons dan berlubang berisi 15-30 biji, warnanya hijau kekuningan, kemudian hijau dan akhirnya coklat hitam, garis tengah 6-11 cm. Biji bentuknya bulat seperti kacang tanah, terdapat dalam lubang buah yang berbentuk seperti sarang tawon. Biji yang sudah tua warnanya hijau kehitaman, umurnya kira-kira 1 bulan sejak bunganya mekar. Daunnya biasa dipakai sebagai bahan pembungkus, rimpang muda dan biji bisa dimakan. Pemeluk agama Budha menganggap bunga ini sebagai lambang kesucian, tercermin dalam berbagai lukisan dan patung yang menggambarkan Sang Budha sedang duduk bersemedi di atas bunga teratai.

Nama Lokal :

Padma, seroia, terate, tarate, taratai besar.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Biji: Memelihara kondisi jantung, bermanfaat bagi ginjal dan menguatkan limpa. Tunas biji teratai: Menghilangkan panas dalam di jantung, menurunkan panas, menghentikan perdarahan, menahan ejakulasi dini. Kulit biji teratai: Menghentikan perdarahan, Menghilangkan panas dalam di lambung, mengeluarkan panas dan lembab dari usus. Benangsari (kumis bunga teratai): Menghilangkan panas dari jantung, menguatkan fungsi ginjal, menahan ejakulasi dini dan menghentikan perdarahan. Penyangga bunga: Mengencerkan darah beku, menghentikan perdarahan, menolak lembab. Batang teratai (tangkai daun, tangkai bunga): Menurunkan panas dan memperlancar kencing. Manfaat Daun Teratai : Membersihkan panas dan menghilangkan lembab, menaikkan yang jernih, menghentikan perdarahan, obat diare, obat pusing, obat mimisan, obat berak berdarah, obat muntah darah, obat pendarahan rahim, obat haid terlalu banyak. Dasar daun: Menurunkan panas dan menghilangkan lembab, menormalkan menstruasi, menguatkan kehamilan. Rimpang: Dimakan mentah berkhasiat menurunkan panas, mendinginkan darah yang panas dan membuyarkan darah beku. Bila dimasak, berkhasiat menguatkan limpa, menambah selera makan, penambah darah, membantu pertumbuhan otot dan menyembuhkan diare. Akar: Menghentikan perdarahan, membuyarkan darah beku, penenang. Tepung rimpang: Menghentikan perdarahan, menambah darah, mengatur fungsi ginjal dan limpa.

KANDUNGAN KIMIA : Bunga: Quercetin, luteolin, isoquercitrin, kaempferol. Benangsari: Quercetin, luteolin, isoquercitrin, galuteolin, juga terdapat alkaloid. Penyangga bunga (reseptacle): Protein, lemak, karbohidrat, caroten, asam nikotinat, vitamin B1, B2, C dan sedikit mengandung nelumbine. Biji: Kaya akan pati, juga mengandung raffinose, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor dan besi. Kulit biji teratai mengandung nuciferine, oxoushinsunine, N- norarmepavine. Tunas biji teratai: Liensinine, isoliensinine, neferine, nuciferine, pronuciferine, lotusine, methylcorypalline, demethylcoclaurine, galuteolin, hyperin, rutin. Rimpang: Pati, protein, asparagine, vitamin C. Selain itu juga mengandung catechol, d-gallocatechol, neochlorogenic acid, leucocyanidin, leucodelphinidin, peroxidase, dll. Akar: Zat tannic dan asparagine. Daun: Roemerine, nuciferine, nornuciferine, armepavine, pronuciferine, N-nornuciferine, D-N-methylcoclaurine, anonaine, liriodenine, quercetin, isoquercitrin, nelumboside, citric acid, tartaric acid, malic acid, gluconic acid, oxalic acid, succinic acid, zat tannic, dll. Dasar daun teratai: Roemerine, nuciferine dan nornuciferine. Tangkai daun: Roemerine, nornuciferine, resin dan zat tannic. Oxoushinsunine yang terdapat pada kulit biji teratai berkhasiat menekan perkembangan kanker hidung dan tenggorokan, sedangkan biji dan tangkai teratai berkhasiat anti hipertensi.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Diare, disentri, keputihan, kanker nasopharynx, demam, insomnia; Hipertensi, muntah darah, mimisan, batuk darah, sakit jantung; Beri-beri, sakit kepala, berak dan kencing darah, anemia, ejakulasi

BAGIAN YANG DIPAKAI :

Seluruh tanaman. Rimpang, daun dan tangkai, bunga dan benang sari, biji dan penyangga bunga yang seperti sarang tawon/spons (reseptacle), serta tunas biji. Pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

KEGUNAAN :

Biji :

- Gangguan penyerapan makanan (malabsorbtion).

- Diare karena badan lernah, radang usus kronis (enteritis kronis).

Disentri.

- Muntah-muntah.

- Keputihan, perdarahan pada wanita.

- Mimpi basah (spermatorrhea).

- Susah tidur, banyak mimpi.

- Kencing terasa sakit dan keruh.

- lesu tidak bersemangat (neurasthenia).

- Kanker nasopharynx.

Tunas biji teratai :

- Demam, rasa haus.

- Jantung berdebar, gelisah.

- Muntah darah.

- Ejakulasi dini.

- Mata merah dan bengkak.

- Susah tidur (insomnia).

- Darah tinggi (hipertensi).

Benang sari :

- keluar sperma malam hari (sperrnatorrhea).

- Keputihan (leucorrhea).

- Perdarahan seperti muntah darah, disentri.

- sering kencing.

- Tidak dapat menahan kencing (enuresis).

Remptacle :

- Perdarahan kandungan yang berlebihan.

- Darah haid berlebihan.

- Perdarahan sewaktu hamil.

- Keluar cairan (lochia) yang berlebihan setelah melahirkan.

- Sakit perut bawah akibat sumbatan darah.

- Berak darah, kencing darah.

- Wasir, koreng basah.

Rimpang :

- Demam, rasa haus.

- Batuk darah, muntah darah, mimisan.

- Berak darah, kencing darah. Tekanan darah tinggi.

- Sakit jantung.

- Gangguan lambung.

- Kurang darah (anemia).

- Gangguan pada mati haid (menopause).

- Neurosis.

Akar :

- Muntah darah, mimisan.

- Kencing panas dan merah.

- Batuk darah, berak darah.

Daun :

- Pingsan karena hawa panas (heat stroke).

- Diare karena panas atau lembab.

- Pusing, sakit kepala.

- Beri-beri.

- Perdarahan seperti mimisan, muntah darah, berak darah.

- Perdarahan pada wanita.

Dasar daun :

- Disentri berdarah, diare.

- Bayi dalam kandungan tidak tenang.

Batang :

- Heat stroke, pingsan.

- Dada terasa tertekan karena panas atau lembab.

- Diare, muntah.

- Keputihan.

Bunga :

- Terpukul (trauma).

- Perdarahan.

- Radang kulit bernanah (impetigo).

Tepung rimpang :

- Menambah selera makan,

- Badan lemah dan kurang darah.

- Diare.

PEMAKAIAN :

Untuk minum:

Rimpang: 240 g. Direbus atau di juice.

Daun: 5-12 g, rebus.

Tangkai: 3-5 g, rebus.

Bunga. 3-5 g, rebus.

Benang sari: 3-10 g, rebus.

Receptacle: 10-15 g, rebus.

Biji: 5-12 g, rebus.

Tunas biji teratai: 1,5-3 g, rebus.

CARA PEMAKAIAN :

1. Batuk darah, muntah darah :

Rimpang teratai dicuci bersih lalu dijuice, sampai terkumpul 1 gelas

ukuran 200 cc. Minum, lakukan selama 3-5 hari berturut-turut.

2. Muntah, diare :

50 g rimpang teratai dan 15 g jahe dicuci lalu dijuice atau diparut,

ambil airnya. Minum, sehari 3 kali.

3. Disentri :

50 g rimpang teratai dan 10 g jahe, diparut atau dijuice. Air

perasannya ditambahkan 10O cc air, lalu dipanaskan sampai

mendidih. Setelah dingin tambahkan 1 sendok makan madu, diaduk

lalu diminum.

4. Darah tinggi :

a. 10 g biji teratai dan 15 g tunas biji teratai. (lien sim), direbus

dengan 350 cc air sampai tersisa 200 cc. Minum setiap hari

seperti teh.

b. Tunas biji teratai (lien sim) sebanyak 10-15 g direbus dengan air

secukupnya sampai mendidih, minum sebagai teh. Dapat juga

tunas biji teratai digiling halus, seduh dengan air panas, minum.

5. Panas dalam, gondokan, juga bermanfaat untuk penderita jantung dan lever :

100 g rimpang teratai dan 50 g rimpang segar alang-alang, dicuci

lalu dipotong-potong secukupnya. Rebus dengan 500 cc air bersih

sampai tersisa 250 cc. Setelah dingin disaring, minum seperti teh.

6. Keluar darah dari hidung (mimisan) :

Ruas akar teratai dicuci bersih lalu dijuice. Airnya diteteskan ke

hidung.

(Sumber : iptek.net.id)

Jika Anda berminat membeli kapsul daun teratai, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Daun Keji Beling Menghancurkan Batu Ginjal

tanaman keji beling

Keji Beling (Stachytarpheta mutabilis) adalah suatu jenis tumbuhan yang berbatang basah dan sepintas lalu menyerupai rumput berbatang tegak. Di Jawa tanaman ini banyak terdapat di pedesaan yang tumbuh sebagai semak. Batang pohonnya berdiameter antara 0,2 – 0,7 cm. Kulit luar berwarna ungu dengan bintik-bintik hijau dan apabila menjadi tua berubah menjadi coklat. Daun ngokilo berbentuk bulat telur, pada tepinya bergerigi dengan jarak agak jarang, berbulu halus hampir tak kelihatan. Panjang helaian daun (tanpa tangkai) berkisar antara 5 – 8 cm (ukuran normal) dan lebar daun kira-kira 2 – 5 cm. Tumbuhan ini mudah berkembang biak pada tanah subur, agak terlindung dan di tempat terbuka. 1. Syarat Tumbuh a. Iklim · Ketinggian tempat : 1 m – 1.000 m di atas permukaan laut · Curah hujan tahunan : 2.500 mm – 4.000 mm/tahun · Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 8 bulan – 9 bulan · Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 3 bulan – 4 bulan · Suhu udara : 200 C – 250 C · Kelembapan : sedang · Penyinaran : sedang b. Tanah · Tekstur : pasir sampai liat · Drainase : sedang – baik · Kedalaman air tanah : 25 cm dari permukaan tanah · Kedalaman perakaran : 5 cm dari permukaan tanah · Kemasaman (pH) : 5,5 – 7 · Kesuburan : sedang 2. Pedoman Bertanam a. Pegolahan Tanah · Buatkan lubang tanam berukuran 25 cm x 25 cm x 25 cm b. Persiapan bibit · Perbanyakan tanaman kejibeling dilakukan dengan stek. c. Penanaman · Stek ditanam pada lubang tanah yang telah disiapkan dengan jarak tanam 1 m x 1 m.

Nama Lokal : Keji Beling (Indonesia), Ngokilo (Jawa).

Komposisi : Daun kejibeling mengandung unsur-unsur mineral seperti kalium, natrium, kalsium dan beberapa unsur lainnya.

Penyakit Yang Dapat Diobati : Tumor, Diabetes melitus, Lever (Sakit kuning), Ambeien (Wasir); Kolesterol, Maag, Kena bisa ulat dan Semut hitam.

1. Tumor Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar. Cara pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Pantangan: Ikan Asin, cabai, tauge, sawi putih, kangkung, nanas, durian, lengkong, nangka, es, alkohol dan tape, limun dan vitzin.

2. Kencing Manis (Diabetes Mellitus) Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar. Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Pantangan: makanan yang manis-manis

3.  Lever / Liver (sakit Kuning) Bahan: Daun Keeji Beling mentah dan segar 3 lembar. Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Pantangan: makanan yang mengandung lemak.

4. Ambeien (wasir) Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar. Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Pantangan: Daging kambing dan makanan/masakan yang pedas.

5. Kolesterol tinggi Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar. Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Pantangan:  makanan yang berlemak.

6. Maag Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar. Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Pantangan: makanan pedas atau asam.

7. Kena Bisa Ulat dan Semut Hitam Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 1 lembar. Cara Pemakaian: digosokkan pada bagian tubuh yang gatal hingga daun tersebut mengeluarkan air dan hancur. Dilakukan 2 kali setelah berselang 2 jam.

(Sumber : iptek.net.id)

Untuk membeli kapsul KEJI BELING dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Kencur Mengobati Penyakit Maag

tumbuhan kencur

Kencur (Kaempferia galanga) termasuk suku tumbuhan Zingiberaceae dan digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Kencur merupakan terna kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik. Daging buah kencur berwarna putih dan kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Bunganya tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan. Kencur tumbuh dan berkembang pada musim tertentu, yaitu pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka.

Nama Lokal :
Kencur (Indonesia, Jawa), Cikur (Sunda), Ceuko (Aceh); Kencor (Madura), Cekuh (Bali), Kencur, Sukung (Minahasa); Asauli, sauleh, soul, umpa (Ambon), Cekir (Sumba).

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Rimpang Kencur mengandung pati (4,14 %), mineral (13,73 %), dan minyak atsiri (0,02 %) berupa sineol, asam metil kanil dan penta dekaan, asam cinnamic, ethyl aster, asam sinamic, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisic, alkaloid dan gom.

Radang Lambung, Radang anak telinga, Influenza pada bayi; Masuk angin, Sakit Kepala, Batuk, Menghilangkan darah kotor; Diare, Memperlancar haid, Mata Pegal, keseleo, lelah.

1. Radang Lambung

Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari.

Cara membuat: kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah;

Cara menggunakan: ditelan airnya, ampasnya dibuang, kemudian

minum 1 gelas air putih, dan diulangi sampai sembuh.

2. Radang Anak Telinga

Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan ½ biji buah pala.

Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus dan diberi 2

sendok air hangat;

Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung.

3. Influenza pada bayi

Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan 2 lembar daun

kemukus (lada berekor/ Cubeb)

Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian

ditambah beberapa sendok air hangat.

Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung.

4. Masuk Angin

Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.

Cara membuat: kencur dikuliti bersih.

Cara menggunakannya: kencur dimakan dengan garam secukupnya,

kemudian minum 1 gelas air putih.Dapat dilakukan 2 kali sehari.

5. Sakit Kepala

Bahan: 2-3 lembar daun kencur.

Cara membuat: daun kencur ditumbuk sampai halus.

Cara menggunakannya: dioleskan (sebagai kompres/pilis) pada dahi.

6. Batuk

a. Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.

Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring.

Cara menggunakan : diminum dengan ditambah garam secukupnya.

b. Bahan            : 1 rimpang kencur sebesar ibu jari.

Cara membuat : kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah;

Cara menggunakan : airnya ditelan, ampasnya dibuang. Dilakukan setiap pagi secara rutin.

7. Diare

a. Bahan            : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.

Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring.

Cara menggunakan : diolsekan pada perut sebagai bedak.

b. Bahan            : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.

Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah garam secukupnya.

Cara menggunakan : dioleskan pada perut sebagai bedak.

8. Menghilangkan Darah Kotor

Bahan            : 4 rimpang kencur sebesar ibu jari, 2 lembar daun trengguli, 2 biji cengkeh kering,

adas pulawaras secukupnya.

Cara membuat : semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih kemudian

disaring.

Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari secara teratur.

9. Memperlancar haid

Bahan           : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 lembar daun trengguli, 1 biji buah cengkeh tua,

adas pulawaras secukupnya.

Cara membuat : kencur dicincang, kemudian dicampur dengan bahan lain dan direbus bersama

dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring.

Cara menggunakan : diminum sekali sehari 2 cangkir.

10. Mata Pegal

Bahan            : 1 potong rimpang

Cara membuat : kencur dibelah menjadi 2 bagian.

Cara menggunakan : permukaan yang masih basah dipakai untuk menggosok pelupuk mata.

11. Keseleo

Bahan            : 1 rimpang kencur dan beras yang sudah direndam air.

Cara membuat : kedua bahan tersebut dipipis dan air secukupnya.

Cara menggunakan : dioleskan/digosokan pada bagian yang  keseleo sebagai bedak.

12. Menghilangkan Lelah

Bahan            : 1 rimpang besar kencur, 2 sendok beras digoreng tanpa minyak (sangan) dan 1 biji

cabai merah.

Cara membuat : semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih

hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.

Cara menggunakan : diminum sekaligus dan diulangi sampai sembuh. Untuk orang pria dapat

ditambah dengan 1 potong lengkuas dan tepung lada secukupnya.

(Sumber : iptek.net.id)

Untuk membeli kapsul KENCUR dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat tradisional, Uncategorized | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Kompri Mengobati Ambeien Berdarah

tumbuhan kompri

Kompri atau Komfrey (Symphytum officinale L. Em,) amat umum di Eropa dan Asia Barat, yang tumbuh di tanah berumpput basah atau pinggir selokan. Di Indonesia kompri biasa ditanam dalam pot atau di kebun sebagai tumbuhan obat. Herba, membentuk rumpun, tinggi 20 – 50 cm. Tumbuhan berbatang sernu. Daun tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, permukaan berambut kasar, panjang 27 – 50 cm, lebar 4,5 – 14 cm, pertulangan menyirip, pelepah tumbuh berseling pada pangkal membentuk roset akar, warnanya hijau. Bunga majemuk, bentuk corong, putih kekuningan. Buah bulat, tiap buah terdiri dari 4 biji. Biji bulat, kecil, keras, dan hitam. Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan pemisahan akar.

Kompri, komring (Jawa), K’ang fu li (China), comfrey, knitbone (Inggris), komfrey.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Daun kompri mengandung symphytine, echimidine, anadoline, al- kaloid pyrrolizidine (PAs), tanin, minyak asiri, allantoin, dan vitamin (B 1, B2, C dan E). Alkaloid pyrrolizidine diketahui merupakan penyebab kerusakan hati yang dinamakan hepatic veno-occlusive disease (HVOD). Sedangkan akarnya mengandung alkaloid pyrrolizidine dengan jumlah yang lebih besar dari daun. Efek Farkologis dan Hasil Penelitian : lnfus daun kompri 20% dengan takaran 25 dan 40 ml/kg bb mempunyai efek menurunkan kadar gula darah tikus putih jantan sebanding dengan suspensi klorpropamida 22,5 mg/kg bb. (Amrizal M., Jurusan Farmasi, FMIPA, UNAND, 1988).

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Rematik, pegal linu, diare, tifoid, nyeri ulu hati, kanker payudara,; Radang saluran napas (bronkhitis), luka memar, borok, ; Kencing manis (diabetes melitus), patah tulang (fraktur), ; Tekanan darah tinggi (Hipertensi), rematik gout, radang usus,; Payudara bengkak karena ASI, gangguan lambung,; Batuk berdahak, radang amandel (tonsilis), darah haid banyak,; Kencing darah, liur berdarah, dan wasir berdarah.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun dan akar.

INDIKASI :

Daun berkhasiat untuk mengatasi:

- rematik, pegal linu,

- diare,

- tifoid,

- nyeri ulu hati, radang saluran napas (bronkitis), kencing manis (DM),

- tekanan darah tinggi, dan

- kanker payudara.

Akar berkhasiat mengatasi:

- luka memar, borok, luka pada paru,

- tulang patah (fraktur),

- rematik gout,

- payudara bengkak karena bendungan ASI,

- radang usus, gangguan lambung,

- batuk berdahak, radang amandel (tonsilitis), radang saluran napas

(bronkitis),

- rasa penuh di dada,

- perdarahan: darah haid banyak, kencing darah, liur berdarah, dan

wasir berdarah.

CARA PEMAKAIAN :

Akar segar sebanyak 20-30 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar yang digiling halus untuk menyembuhkan luka, ekzema, dan memar. Akar yang digiling halus dicampur sedikit kapur untuk menyembuhkan luka bemanah, borok di tungkai, bisul besar, wasir, gangren, rematik gout, dan tumor.

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Rematik :

Sebanyak 15 g daun muda segar dicuci lalu dipotong kecil-kecil.

Makan sebagai lalab.

2. Rematik gout :

Akar kompri segar secukupnya dicuci lalu digiling halus. Letakkan

pada bagian tubuh yang sakit.

3. Luka memar, borok, luka pada paru :

Akar kompri segar sebesar 1 ibu jari dipotong-potong lalu direbus

dengan 1 gelas air bersih atau   arak. Setelah dingin disaring, lalu

dibagi untuk 2 kali minum, yaitu pagi dan sore sama banyak.

4. Rasa penuh di dada

Akar kompri segar sebanyak 20 g dicuci dan dipotong-potong

seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.

Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.

5. Tulang patah, luka terpotong, luka baru :

Akar kompri segar secukupnya digiling halus. Letakkan pada bagian

tulang yang patah atau luka terpotong, lalu dibalut.

6. Payudara bengkak, wasir berdarah :

Akar kompri segar secukupnya digiling halus. Letakkan pada wasir

yang berdarah atau payudara yang bengkak.

7. Tonsilitis, bronkitis, batuk berdahak :

Akar kompri segar sebanyak 25 g dicuci lalu dipotong-potong

seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.

Setelah dingin disaring, dibagi 2 sarna banyak. Minum pagi dan

sore hari.

8. Menghentikan perdarahan :

Akar kompri segar sebanyak 20 g digiling halus. Air perasannya

ditambah sedikit anggur, minum.

CATATAN :

- Pemakaian berlebihan menyebabkan keracunan, terutama kerusakan hati.

- Sebaiknya penggunaan kompri untuk pengobatan dibatasi sampai

penelitian lebih lanjut tentang tumbuhan obat ini selesai dilakukan.

Penelitian terakhir mengungkapkan kalau kompri adalah tumbuhan

yang bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).

- Untuk pemakaian luar, penggunaan daun kompri sebagai obat untuk penyembuhan luka dan tulang patah tidak bermasalah.

(Sumber : iptek.net.id)

Untuk membeli kapsul KOMPRI atau KOMFREY dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Daun Kumis Kucing Obat Penyakit Kencing Batu

tanaman kumis kucing

KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus (B1) Miq.)Terna, tumbuh tegak, pada bagian bawah berakar di bagian buku-bukunya, tinggi 1-2 m, batang segi empat agak beralur, berbulu pendek atau gundul. Daun tunggal, bundar telur lonjong, lanset atau belah ketupat, berbulu halus, pinggir bergerigi kasar tak teratur, kedua permukaan berbintik-bintik karena ada kelenjar minyak atsiri. Bunga berupa tandan yang keluar di ujung cabang, wama ungu pucat atau putih (ada yang warna biru dan putih), benang sari lebih panjang dari tabung bunga. Buah geluk wama coklat gelap. Tumbuh di dataran rendah dan daerah ketinggian sedang. II. Syarat Tumbuh a. Iklim 1. Ketinggian tempat : 500 m – 900 m di atas permukaan laut 2. Curah hujan tahunan : 3000 mm/tahun 3. Bulan basah (diatas 100 mm/bulan) : 7 bulan – 9 bulan 4. Bulan kering (dibawah 60 mm/bulan) : 3 bulan – 5 bulan 5. Suhu udara : 280C – 340C 6. Kelembapan : sedang 7. Penyinaran : tinggi b. Tanah 1. Jenis : andosol, latosol 2. Tekstrur : lempung berpasir 3. Drainase : baik 4. Kedalaman air tanah : diatas 70 cm dari permukaan tanah 5. Kedalaman perakaran: 30 cm – 60 cm dari permukaan tanah 6. Kemasaman (pH) : 5 – 7 7. Kesuburan : sedang – tinggi III. Pedoman Bertanam a. Pengolahan Tanah 1. Tanah dicangkul sedalam 30 cm – 40 cm hingga gembur 2. Buatkan bedengan selebar 100 cm – 120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 40 cm – 50 cm, dan panjangnya disesuaikan kondisi lahan 3. Tebarkan pupuk kandang diatas bedengan tersebut b. Persiapan Bibit 1. Pada umumnya tanaman kumis kucing diperbanyak dengan stek batang atau stek cabang 2. Pilih batang atau cabang yang tidak terlalu tua, lalu dipotong menjadi stek-stek berukuran panjang 15 cm – 25 cm atau beruas sekitar 2 buku – 3 buku c. Penanaman 1. Stek bibit ditanam langsung di kebun sedalam 5 cm, kemudian padatkan tanah di sekitar pangkal stek 2. Jarak tanam 30 cm x 30 cm, 40 cm x 40 cm, 40 cm x 50 cm dan 60 cm x 60 cm.

Nama Lokal :
Kumis kucing, Mamang besar (Indonesia); Kutun, mamam, bunga laba-laba (Jawa); Mao Xu Cao (China).

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Manis sedikit pahit, sejuk, anti-inflammatory (anti radang), peluruh air seni (diuretic), menghancurkan batu saluran kencing. KANDUNGAN KIMIA: Orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, saponin, sapofonin, garam kalium, myoinositol.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Infeksi Ginjal, Infeksi Kandung kemih, Kencing batu, Encok; Peluruh air seni, menghilangkan panas dan lembab.

BAGIAN YANG DIPAKAI :

Seluruh tumbuhan, basah atau kering (dianginkan dahulu, lalu dijemur di panas matahari).

KEGUNAAN:

1. Infeksi ginjal (Acute dan chronic nephritis), infeksi kandung kemih

(Cystitis).

2. Sakit kencing batu.

3. Encok (Gout arthritis).

4. Peluruh air seni (Diuretic).

5. Menghilangkan panas dan lembab.

PEMAKAIAN :

30 – 60 gr. (kering) atau 90 – 120 gr (basah) direbus, atau yang kering/basah diseduh sebagai teh.

CARA PEMAKAIAN:

1. Nephritis, edema (bengkak):

0. aristatus (kumis kucing) 30 gr, Planto asiatica (daun urat) 30 gr,

Hedyotis diffusa. (rumput lidah ular) 30 gr, semuanya direbus.

2. Infeksi saluran kencing, sering kencing sedikit-sedikit

(anyang-anyangan) :

0. aritatus, Phyllanthus urinaria (meniran), Commelina communis,

masing-masing 30 gr., direbus.

(Sumber : iptek.net.id)

Untuk membeli kapsul ekstrak KUMIS KUCING dan berbagai jenis kapsul herbal lain, silakan Klik di Sini.

Dipublikasi di kesehatan, obat herbal, obat tradisional | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Komentar