Khasiat / Manfaat Cacing Lumbricus Rubellus

ARTIKEL I

Lumbricus rubellus adalah spesies cacing tanah yang berhubungan dengan Lumbricus terrestris. Biasanya cokelat kemerahan atau ungu kemerahan, bagian punggung berwarna-warni, dan bagian perut berwarna kuning pucat. Mereka biasanya mempunyai panjang sekitar 1 sampai 4 inci (25-105 mm), dengan sekitar 95-120 segmen.

Penampilan

Lumbricus rubellus, atau “Cacing Tanah Merah”, berkisar dari 1 sampai 4 inci (25-105mm) panjang dan memiliki warna kemerahan, semi-transparan, fleksibel kulit halus melingkar tersegmentasi menjadi beberapa bagian. Setiap segmen berisi empat pasang setae, atau bulu, dan jumlah segmen per organisme jatuh tempo berkisar 95-105 (Edwards dan Lofty 1972). Segmentasi Lumbricus rubellus mengidentifikasi organisme sebagai anggota Filum Annelida, sedangkan diperbesar segmen anterior terhadap organisme yang disebut clitellum keanggotaan menunjukkan untuk Kelas Clitellata. Anggota kelas ini juga didefinisikan dengan memiliki permanen gonad.

Habitat

Lumbricus rubellus alami tinggal di tanah di bagian atas pada bahan organik (Edwards dan Lofty 1972). Lumbricus rubellus memerlukan tanah yang lembab dan cukup untuk pertukaran gas (Wallwork 1983). Persyaratan lebih lanjut termasuk faktor abiotik seperti pH dan suhu.

Berbagai faktor abiotik yang signifikan untuk Lumbricus rubellus, Reynolds mencatat bahwa pH adalah penting tertentu, dan bahwa pH 5,5-8,7 dapat diterima dengan preferensi untuk sodils netral.  Edwards dan Lofty mencatat bahwa temperatur juga signifikan, dengan implikasi untuk pertumbuhan, respirasi, metabolisme dan reproduksi. Mereka mencatat suhu ideal 51 derajat Fahrenheit (10,6 derajat Celcius). Faktor abiotik lebih lanjut kelembaban, dan dicatat oleh Edwards dan Lofty sebagai penting untuk pernafasan cacing tanah (respirasi). Sebuah spesies yang sama, Millsonia anomala, paling aktif pada kadar air 10-17%.  Substratum untuk Lumbricus rubellus berhubungan dengan makanan jenis sumber dan persyaratan pH dan kelembaban. Sehubungan dengan intensitas cahaya, Edwards dan Lofty mencatat bahwa sebagian besar spesies cacing tanah photonegative untuk sumber cahaya yang kuat dan photopositive lemah sumber-sumber cahaya. Hal ini disebabkan oleh efek cahaya yang kuat, seperti pengeringan dan kurangnya sumber makanan yang ditemukan di atas tanah untuk cacing tanah (Edwards dan Lofty).

Perilaku

Organ Lumbricus rubellus yang terkait dengan makan berada di prostomium yang terletak di ujung anterior dari organisme (Edwards dan Lofty 1972). Para kemoreseptor di sini adalah sensitif terhadap alkaloid, polifenol dan asam. Tanggapan negatif disebabkan asam dan alkaloid (pada tingkat tertentu), sedangkan sensitivitas polifenol mengidentifikasi sumber makanan yang berbeda (Edwards dan Lofty 1972). juga dapat ditemukan di bagian lain tubuh organisme. Ini melayani dan mengarahkan organisme ini dari bahaya seperti suhu atau variasi pH dan kemampuan organisme untuk mendapatkan sumber makanan.

Ekosistem

Lumbricus rubellus adalah saprophage yang memakan bahan organik yang dalam keadaan tinggi dekomposisi (Wallwork 1983). Dalam ekosistem, seperti cacing tanah Lumbricus rubellus meningkatkan laju transfer antar tingkat trofik dengan membuatnya lebih mudah bagi tanaman untuk serapan gizi. Dalam rantai makanan, cacing tanah Lumbricus rubellus adalah konsumen utama yang berperan mengubah energi disintesis oleh fotosintesis tanaman menjadi makanan bagi hewan di tingkat trofik yang lebih tinggi (Wallwork 1983).

Satu interaksi biotik yang signifikan dari hasil Lumbricus rubellus, sehubungan dengan produksi vitamin B12 mikroorganisme seperti bakteri (Wallwork 1983). Keberadaan cacing tanah seperti Lumbricus rubellus meningkatkan konsentrasi vitamin B12 memproduksi mikroorganisme dan vitamin B12 di dalam tanah. Hasilnya adalah hasil jelai meningkat dan peningkatan volume bahan organik untuk cacing tanah. Dengan cara ini ada hubungan umpan balik positif (simbiose mutualisme) antara mikroorganisme dan  Lumbricus rubellus.

Manfaat

Dalam pengobatan tradisional China , ekstrak Lumbricus rubellus digunakan untuk penyembuhan sakit dalam perut sebagai antidemam dikenal sebagai Di Long , atau Earth Dragon, untuk mengobati rematik, dahak dan gangguan darah.

(Sumber : cacingtanahqu.blogspot.com)

Untuk membeli kapsul cacing tanah LUMBRICUS RUBELLUS dan berbagai jenis kapsul herbal, silakan klik blog : Klik di Sini.

ARTIKEL II

Salam pertanian. Cacing tanah. Banyak diantara kita selaku pecinta pertanian sudah melupakan akan manfaat binatang yang menjijikkan yang satu ini. Padahal sejak jaman nenek moyang kita kita telah banyak dibantu oleh cacing tanah. Coba bayangkan betapa besar peran cacing tanah dalam meningkatkan kesuburan tanah kita? Betapa besar manfaat cacing tanah terhadap kelestarian alam kita?

Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah, karena tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata) dan termasuk kelas Oligochaeta. Cacing tanah bukanlah hewan yang asing bagi kita, terutama bagi masyarakat di perdesaan. Di balik bentuknya yang menjijikkan, ternyata hewan ini mempunyai potensi sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.

Anda mungkin tidak tahu, bahwa ternyata banyak yang membutuhkan cacing ini. Bahkan, di pasar luar negeri kebutuhan cacing tanah cukup besar. Korea Selatan misalnya, membutuhkan cacing tanah sekitar 35.000 ton per bulan untuk dijadikan pakan ayam.

Untuk keperluan pasar ekspor ini, cacing tanah bukan hanya dijadikan sebagai pakan ternak tetapi juga sebagai bahan baku lain. Di Cina, cacing jenis ini digunakan sebagai obat tradisional. Di Prancis dan Italia, cacing ini dijadikan bahan kosmetika untuk menghaluskan dan melembutkan kulit.

Sementara di Jepang dan beberapa negara Eropa, dijadikan bahan tambahan dalam pembuatan makanan dan minuman. Di Indonesia sendiri, cacing tanah sudah mulai dimanfaatkan sebagai bahan baku obat.

Dengan aspek ekonomisnya yang cukup menjanjikan, bahkan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia, tak salah jika saat ini banyak masyarakat yang membudidayakannya.

Jenis-jenis yang paling banyak dikembangkan oleh manusia berasal dari famili Megascolicidae dan Lumbricidae dengan genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus.

Melihat berbagai manfaat inilah, maka cacing tanah jika dikelola secara baik dan benar bisa menjadi usaha yang lumayan menguntungkan. Jika Anda mampu mengolah proses produksi sejak hulu hingga hilir, tentu keuntungan bisa makin berlipat.

Yang pertama kali harus dilakukan dalam membudidayakan hewan ini adalah persiapan sarana dan peralatan. Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk dan genteng tanah liat.

Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah berukuran 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m. Di dalamnya, dibuat rak-rak bertingkat sebagai wadah-wadah pemeliharaan.

Bahan untuk media pembuatan sarang adalah, kotoran hewan, dedaunan / buah-buahan, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas koran, kardus, kayu lapu, bubur kayu.

Bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 Cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air, kemudian diaduk kembali. Bahan campuran dan kotaran ternak dijadikan satu dengan persentase perbandingan 70:30 ditambah air secukupnya supaya tetap basah.

Kemudian yang tak kalah penting adalah proses pembibitan. Persiapan yang diperlukan dalam pembudidayaan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing dan kandang pelindung.

Sebaiknya, dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yang sudah ada karena diperlukan pengembangbiakan dalam jumlah yang besar. Namun, bila akan dimulai dari skala kecil dapat pula dipakai bibit cacing tanah dari alam, yang diperoleh dari tumpukan sampah yang membusuk atau dari tempat pembuangan kotoran hewan.

Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yang ada, tidaklah sekaligus dimasukkan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit.

Beberapa bibit cacing tanah diletakkan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yang lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di atas media atau ada yang meninggalkan media.

Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah, berarti cacing tanah itu betah dan media sudah cocok. Sebaliknya, bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media.

Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dengan yang baru. Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dapat dilakukannya sendiri. Dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yang berisi telur-telur.

Kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yang lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor.

Diperkirakan, 100 ekor cacing dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yang ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.

Pakan Untuk pemeliharaannya, yang perlu diperhatikan adalah pemberian pakan. Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yang ditanam. Apabila yang ditanam 1 kg, maka pakan yang harus diberikan juga harus 1 kg.

Secara umum, pakan cacing tanah berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yang hanya dipakai sebagai media. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan, adalah pakan yang diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur dengan cara diblender. Bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dari peti wadah tidak ditaburi pakan.

Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas dari pengendalian terhadap hama dan musuh cacing. Beberapa hama dan musuh cacing tanah antara lain semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu dan lain-lain.

Musuh yang juga ditakuti adalah semut merah yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah.

Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil terpenting yang dapat diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (bekas cacing).

Panen cacing dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya, sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya.

Ada cara panen yang lebih ekonomis dengan membalikkan sarang. Di balik sarang yang gelap ini cacing biasanya berkumpul dan cacing mudah terkumpul, kemudian sarang di balik kembali dan pisahkan cacing yang tertinggal.

Jika pada saat panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pada wadah semula dan diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas.

Dan cacing tanah dapat diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang baru dan siap di panen. Mudah bukan? Anda tertarik untuk membudidayakannya?

MENJIJIKKAN TAPI BERKHASIAT

Sebagian orang merasa jijik melihat cacing. Ya, hewan ini memang kadang terlihat menjijikkan, dengan bentuknya yang kecil, memanjang, tubuh yang lembab, memang sangatlah tidak nyaman ketika kita bersinggungan dengan hewan invertebrata ini. Namun, siapa sangka jika hewan mungil ini memiliki beragam khasiat.

Suatu ketika, jika Anda pergi ke toko obat Cina untuk mencari obat demam atau tipes, Anda akan disarankan menggunakan cacing tanah kering atau direbus dan diminum airnya. Kalau tidak suka dengan baunya yang cukup menyengat, bisa memakan dalam bentuk kering yang sudah dimasukkan ke dalam kapsul.

Untuk membeli kapsul LUMBRICUS RUBELLUS dan berbagai jenis kapsul herbal, silakan klik blog : OBAT TRADISIONAL.

Biasanya, pasien diberi ramuan berupa 10 gram estrak cacing tanah, direbus dengan 5 gelas air hingga tersisa 2 gelas, yang harus diminum tiga kali selama dua hari.

Biasanya, cacing tanah kering yang diberikan itu adalah jenis Pheretima aspergillum.

Nah, unik bukan? Memang cacing tanah dikenal menyimpan banyak khasiat. Kenyataannya, banyak orang yang mengonsumsinya untuk menyembuhkan beberapa penyakit, tanpa efek samping.
Sembuhkan Typus Menurut para ahli cacing, Lumbricus Rubellus mengandung kadar protein sangat tinggi sekitar 76%. Kadar ini lebih tinggi dibandingkan daging mamalia (65%) atau ikan (50%).

Beberapa penelitian telah membuktikan adanya daya antibakteri dari protein hasil ekstrasi cacing tanah yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif Escherichia coli, Shigella dysenterica, Staphylococcus aureus dan Salmonella thyp.
Dari berbagai sumber para ahli dan pakar cacing mengatakan, bahwa banyak sekali manfaat dan khasiat dari cacing tanah ini.

Di antaranya dapat untuk menyembuhkan typus, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan tekanan darah tinggi, meningkatkan nafsu makan dan juga mengobati infeksi saluran pencernaan seperti disentri, diare, serta gangguan perut lainnya seperti maag.

Di Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Hongaria, dan Filipina, cacing dipakai sebagai bahan campuran biskuit dan minuman penyegar. Hewan ini juga digunakan sebagai obat seperti antipyrn, antipyretic, dan antidote.

Sejumlah zat yang bermanfaat bagi manusia memang terkandung di dalamnya. Ditambahkan, cacing tanah juga mengandung 15 jenis asam amino esensial dengan kadar yang sangat tinggi. Zat ini biasa digunakan untuk menyempitkan atau melebarkan pembuluh darah.

Penelitian lainnya mengatakan, pharetima mengandung mineral dan sejumlah asam anorganik. Selain itu, binatang ini juga mengandung lumbrofebrin, lumbritin, terre strolumbrolysin, xanthine, adenine dan hypoxabthine.
1.800 Spesies Dari penelitian laboratorik pun menunjukkan pheretima mempunyai khasiat terhadap sistem saraf (menenangkan, menghilangkan kejang, menurunkan panas, menghentikan nyeri), terhadap sistem kardiovaskular (menurunkan tekanan darah, menormalkan denyut jantung yang tidak teratur), terhadap sistem imunologi (meningkatkan daya imun), melebarkan saluran pernapasan (sebagai bronchodilatator), terhadap sirkulasi darah (mencegah pembentukan trombus, mencegah pembekuan darah, menghancurkan trombus), anti tumor (ekstrak pheretima 912), merangsang otot polos uterus, membunuh sperma binatang percobaan.

Cacing tanah di dunia telah terindentifikasi sebanyak 1.800 spesies. Dari jumlah tersebut, ada dua spesies, yaitu Lumbricus rubellus (dikenal dengan cacing eropa atau introduksi) dan Pheretima aspergillum (dikenal dengan nama cacing kalung atau dilong) yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional.

Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya, lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik.

Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman.

Di bidang peternakan, berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok.

Selain itu gambaran sederhana untuk melihat nilai ekonomi cacing tanah dan manfaatnya kita bisa dicermati dari maraknya hobi memancing di sungai, rawa, waduk, atau kolam pemancingan.

Artinya, kita bisa menjual langsung cacing tanah di sekitar lokasi mancing. Jika mau lebih serius, peternakan cacing tanah bisa dijadikan usaha tetap atau sambilan untuk berbagai keperluan pasar.

-suara merdeka-

(Sumber : gerbangpertanian.com)

Untuk membeli kapsul cacing tanah LUMBRICUS RUBELLUS dan berbagai jenis kapsul herbal, silakan klik blog : Toko Obat Herbal Online.

About these ads

Tentang OBAT TRADISIONAL INDONESIA

Saya percaya bahwa obat herbal / obat tradisional Indonesia bisa dimanfaatkan untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit.
Tulisan ini dipublikasikan di kesehatan, obat tradisional dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Khasiat / Manfaat Cacing Lumbricus Rubellus

  1. fida berkata:

    Bisa untuk obat kanker ga?

    • OBAT TRADISIONAL INDONESIA berkata:

      @Fida : Saya belum pernah dengar tuh, cacing LR untuk obat kanker :)

      • hendy berkata:

        @cacing tanah sebagai pengganti obat KB atau dapat menurunkan jumlah sperma ada kah? cacing kwantangensis itu ada kah? satu jenis dengan lumbriccus rubellus ?

      • OBAT TRADISIONAL INDONESIA berkata:

        @Hendy : Maaf saya baru mendengar cacing kwantangensis, setahu saya bukan kwantangensis tetapi kwantungensis. Itu spesies tumbuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s