Manfaat / Khasiat Obat Herbal Tapak Liman

tumbuhan tapak liman

ARTIKEL I

Ada yang memanfaatkan tanaman tapak liman dalam bentuk tunggal, yaitu berupa kapsul berisi simplisia tanaman tapak liman. Khasiatnya cukup beragam, tapi umumnya dimanfaatkan untuk menyembuhkan hepatitis, anemia, keputihan, beri-beri, dan pemacu gairah seksual di Asia Tenggara bagian utara.

 Dari Radang Hingga Hepatitis

Tapak liman (Elephantopus scaber) dikenal sebagai tanaman liar yang mudah dijumpai di tegalan, lereng pegunungan, atau di bantaran kali. Sifatnya yang mudah tumbuh menjadikan tumbuhan bersosok tegak dan berdaun hijau tua dengan tepi bergelombang ini bisa dibudidayakan sampai ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut (dpl).
Seluruh bagian tanaman ini, yakni daun, akar, dan batang tanaman dapat digunakan sebagai obat tradisional. Salah satunya sebagai pemacu gairah seksual sehingga tanaman ini dikenal dengan sebutan Viagra Jawa. Pasalnya, tanaman ini mengandung senyawa stigmaterol yang membentuk hormon progesteron, hormon pemacu gairah.

Di samping sebagai pembangkit gairah, tanaman ini juga berkhasiat untuk melancarkan air seni, melancarkan peredaran darah, menyembuhkan berbagai jenis radang (termasuk radang rahim alias keputihan), antianemia, pembersih darah, antikanker, mengatasi perut kembung, beri-beri, disentri, digigit ular, batuk seratus hari, hingga hepatitis.
Menurut farmakologi China, tapak liman yang mempunyai rasa pahit, pedas, dan menyejukkan ini berkhasiat sebagai penurun panas antibiotika, anti radang, peluruh air seni, menghilangkan pembengkakan serta menetralkan racun.
Daun tapak liman mengandung epifrielinol, lupeol, stiqmasterol, triacontan-l-ol, dotriacontan-l-ol, lupeol acetat, deoxyelephantopin, danisodeozyelephantopin, sedangkan di bagian bunganya terdapat kandungan luteolin-7-glucoside. Senyawa deoxyelephantopin inilah yang merupakan senyawa antitumor, penghilang radang akibat bakteri, antibiotik terhadap bakteri Staphylococcus, penyebab keputihan.

Tunggal atau Dicampur

Secara tradisional, tanaman ini digunakan dalam bentuk segar dan kering (simplisia). Setelah dibersihkan, tapak liman segar cukup direbus dan dicampur dengan bahan tertentu untuk mendapatkan khasiatnya.

Penggunaan simplisia tanaman ini juga tidak berbeda jauh dengan bentuk segarnya, “Simplisia tapak liman digunakan dengan cara diseduh bersama bahan campuran jamu lain,” ujar Ririn, penjual herbal di Toko Akar Sari, Solo, Jateng, yang menyediakan simplisia tapak liman seharga Rp2.000/100 gram.

Terkait dengan penyajiannya, hal senada diungkapkan oleh Awal Kusuma Dewi, Ketua Laboratorium Badan Penelitian Tanaman Obat (BPTO) Tawangwangu, Sukoharjo, “Pada umumnya tapak liman tidak digunakan secara tunggal, melainkan dicampur dengan bahan jamu lainnya.”
Ia juga menambahkan, tapak liman biasanya digunakan untuk diuresis pada proses terapi penderita diabetes, peluruh air seni (memperlancar air seni), dan antimikroba.
Meskipun demikian, saat ini tapak liman dalam bentuk kapsul juga sudah beredar di pasaran. Masih menurut Yuli, kapsul tapak liman banyak dimanfaatkan oleh penggunanya, antara lain untuk memacu gairah seksual, pereda demam, antiradang, antibiotik, peluruh dahak, dan penawar racun. Dengan campuran bahan lain, tapak liman berguna pula sebagai pelembut kulit (lotion).

- 2 Januari 2007

Sumber:

Ike Diah P./Enny Purbani T.

agrina-online.com

14 September 2009

Untuk membeli kapsul TAPAK LIMAN dan bermacam kapsul herbal lain, silakan klik : Toko Obat Herbal Online.

(Diambil dari : tanamanobatampuh.blogspot.com)

ARTIKEL II

Lanjutan dari obat obat tradisional TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L.) kalau di madura diberi nama Talpak Tana. TAPAK LIMAN adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di lapangan rumput, tepi sungai dan pekarangan. Tapak liman termasuk Terna tahunan, mudah tumbuh dimana saja. Batangnya tegak, berambut dengan akar yang besar tinggi 10 -80 cm, batang kaku berambut, bercabang. Daun tunggal berkumpul dibawah berbentuk roket, berbulu, bentuk daun jorong, warna daun hijau tua kehitam-hitaman, tepi melekuk bergerigi tumpul. Panjang daun 10-18 cm Bunga bentuk bonggol, warna ungu.

Kegunaan : Sakit kuning, memperbaiki fungsi hati, radang amandel, radang tenggorokan, radang mata, radang ginjal, radang rahim.

(Sumber : jamumanjur.com)

About these ads

Tentang OBAT TRADISIONAL INDONESIA

Saya percaya bahwa obat herbal / obat tradisional Indonesia bisa dimanfaatkan untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit.
Tulisan ini dipublikasikan di kesehatan, obat herbal, obat tradisional dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s